Total 350 Hektare Lahan Terbakar di Jalur Pendakian Welirang-Arjuno

SAAT MEMBARA: Pamhut beserta relawan melakukan penyisiran api di jalur pendakian menuju Gunung Welirang, Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kamis 19/9) lalu. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos radar Bromo)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Jalur pendakian menuju gunung Welirang dan Arjuno mengalami kebakaran hutan, mulai Rabu sore (18/9), memang sudah padam. Kebakaran yang terjadi mulai atas Pondokan hingga Blok Srangkul dan Pal, terjadi cukup besar. Sebab tercatat, sekitar 350 hektare lahan terbakar.

Upaya pemadaman di lokasi melibatkan puluhan orang. Terdiri dari Pengamanan Hutan dan relawan. Bahkan TNI dan Polri ikut dilibatkan dan membuahkan hasil. Sebab api berhasil dipadamkan pada Kamis malam (19/9). Meski begitu, sampai Jumat (20/9), relawan serta TNI-Polri masih melakukan upaya penyisiran di lahan yang terbakar.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak bahu membahu turun ke lokasi melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan, dan luas lahan terbakar sekitar 350 hektare,” ucap Agus Budi Utomo, Kepala Resort III Tahura R. Soerdjo wilayah Pasuruan.

Karena puluhan orang dari berbagai elemen yang ikut terlibat langsung melakukan pemadaman, di lapangan sebagian sudah turun ke bawah usai api berhasil dipadamkan. Namun masih ada personel yang tetap bertahan di atas.

Dibandingkan enam kejadian sebelumnya di wilayah Tahura R. Soerdjo, kebakaran di jalur pendakian ini paling parah. Karena lahan terbakar sangat luas. Bisa disebutkan setara dengan kebakaran hutan di enam kejadian sebelumnya.

“Apinya tersebar di banyak titik, semuanya berada di jalur pendakian. Banyak vegetasi semak belukar, alang-alang dan cemara gunung cukup rapat. Beruntung puluhan personel turun melakukan pemadaman, sehingga api bisa dipadamkan dalam waktu sehari,” cetusnya.

Disinggung penyebab terjadinya kebakaran, pemicunya diduga perburuan liar. Atau bisa juga sengaja dibakar oleh orang tidak bertanggung jawab.

“Penyebab kebakarannya sama persis dengan kejadian sebelumnya. Karena tak mungkin kebakaran terjadi dengan sendirinya,” kata Agus sapaan akrabnya. Meskipun kebakaran di jalur pendakian apinya sudah padam, jalur pendakian baik menuju Arjuno maupun Welirang, hingga sekarang masih ditutup sementara. (zal/fun)