alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Realisasi PAD Wisata di Kab Pasuruan Sudah Lebihi Target

BANGIL, Radar Bromo – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan sudah melebihi target. Ditarget Rp 800 juta setahun, saat ini PAD sudah mencapai Rp 863 juta.

Agung Maryono, kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, penerimaan retribusi wisata tahun ini memang cukup bagus. Terbukti sebelum akhir tahun, sudah melampaui target. Tepatnya sampai kuartal kedua atau akhir Agustus 2019.

“Selain makin banyaknya kunjungan wisatawan, juga ada potensi baru tahun ini yang cukup bagus. Yaitu, retribusi di Tosari,” terangnya.

Penerimaan retribusi tertinggi masih berasal dari Pemandian Alam Banyubiru. Dari Rp 863 juta total penerimaan, Rp 640 jutanya didapat dari retribusi di Pemandian Alam Banyubiru.

Lalu, ada potensi baru yang cukup bagus yaitu retribusi di Tosari. Agung mengatakan, retribusi di Tosari baru dilaksanakan pertengahan tahun 2018.

“Tahun lalu karena baru ditarik tengah tahun, sehingga belum tahu potensinya. Dan tahun ini kami melihat ternyata cukup tinggi. Sampai awal September sudah mencapai Rp 198 juta,” terangnya.

Jumlah itu lebih tinggi dari target yang ditetapkan yaitu Rp 70 juta. Dengan realisasi Rp 198 juta, itu artinya target di Tosari mencapai 283 persen.

Tingginya retribusi di Tosari, menurutnya, karena dipengaruhi potensi wisata baru di sekitar Tosari yang cukup banyak. Juga makin banyak wisatawan yang ke TNBTS lewat Pasuruan.

Sedangkan dari Danau Ranu Grati, penerimaan retribusi mencapai Rp 24,58 juta. Saat ini Ranu Grati didominasi wisatawan yang memancing. Sehingga, total dari tiga lokasi wisata itu, tercapai retribusi Rp 863 juta sampai akhir Agustus 2019. (eka/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tempat wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan sudah melebihi target. Ditarget Rp 800 juta setahun, saat ini PAD sudah mencapai Rp 863 juta.

Agung Maryono, kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, penerimaan retribusi wisata tahun ini memang cukup bagus. Terbukti sebelum akhir tahun, sudah melampaui target. Tepatnya sampai kuartal kedua atau akhir Agustus 2019.

“Selain makin banyaknya kunjungan wisatawan, juga ada potensi baru tahun ini yang cukup bagus. Yaitu, retribusi di Tosari,” terangnya.

Penerimaan retribusi tertinggi masih berasal dari Pemandian Alam Banyubiru. Dari Rp 863 juta total penerimaan, Rp 640 jutanya didapat dari retribusi di Pemandian Alam Banyubiru.

Lalu, ada potensi baru yang cukup bagus yaitu retribusi di Tosari. Agung mengatakan, retribusi di Tosari baru dilaksanakan pertengahan tahun 2018.

“Tahun lalu karena baru ditarik tengah tahun, sehingga belum tahu potensinya. Dan tahun ini kami melihat ternyata cukup tinggi. Sampai awal September sudah mencapai Rp 198 juta,” terangnya.

Jumlah itu lebih tinggi dari target yang ditetapkan yaitu Rp 70 juta. Dengan realisasi Rp 198 juta, itu artinya target di Tosari mencapai 283 persen.

Tingginya retribusi di Tosari, menurutnya, karena dipengaruhi potensi wisata baru di sekitar Tosari yang cukup banyak. Juga makin banyak wisatawan yang ke TNBTS lewat Pasuruan.

Sedangkan dari Danau Ranu Grati, penerimaan retribusi mencapai Rp 24,58 juta. Saat ini Ranu Grati didominasi wisatawan yang memancing. Sehingga, total dari tiga lokasi wisata itu, tercapai retribusi Rp 863 juta sampai akhir Agustus 2019. (eka/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/