alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Ini Kata Bupati Irsyad Yusuf soal Penahanan Eks Kabid Olahraga Dispora

BANGIL, Radar Bromo – Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf angkat bicara soal penahanan Lilik Wijayanti, eks kabid Olahraga yang terlilit kasus dugaan korupsi di Dispora. Menurut Irsyad, pihaknya sudah mewanti-wanti semua OPD untuk tidak bermain-main dengan anggaran.

Hal itu diungkapkan Irsyad di sela-sela sidang paripurna membahas kesepakatan KUPA PPASP 2019 di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Jumat (20/9). “Saya sudah berkali-kali mengingatkan ketika awal menjabat agar semua berhati-hati dalam mengelola anggaran,” ungkap Irsyad.

Irsyad pun berharap, kasus dugaan korupsi yang membelit Dispora, bisa menjadi pelajaran bagi OPD yang lain. Sehingga, mereka bisa lebih berhati-hati dan tidak bermain-main dengan anggaran. “Kasus ini bisa diambil hikmahnya,” tambahnya.

Menurut Irsyad, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan korupsi di Dispora pada hukum yang berlaku. Adapun Lilik sendiri, saat ini masih berstatus ASN. Artinya, Lilik tidak bisa dipecat serta-merta.

Pemecatan Lilik dikatakannya, baru bisa dilakukan setelah status hukumnya inkracht. “Bu Lilik memang sempat mengajukan pensiun dini. Tapi, terganjal kasus yang melilitnya. Kami tidak bisa memecatnya karena kasusnya masih berproses dan belum inkracht,” pungkasnya.

LANGSUNG NYETEL: Lilik Wijayanti (dua dari kiri) saat ikut senam di dalam Rutan Bangil. (Foto Istimewa)

Di sisi lain, Lilik masih shock setelah ditahan Kejari Kabupaten Pasuruan sejak Kamis (19/9) sore. Hal ini disampaikan Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto.

Lilik memang dititipkan di sel Rutan Bangil sejak Kamis sore. Jumat adalah hari pertamanya beraktivitas di sana.

“Ia masih sedih. Kami juga berusaha untuk menghiburnya. Supaya bisa mengikhlaskan apa yang menimpanya,” kata Wahyu.

Meski begitu, Lilik sudah beraktivitas seperti warga binaan lainnya. Jumat (20/9) pagi, ia ikut senam aerobik yang digelar di Rutan Bangil.

“Memang setiap Jumat kami rutin menggelar senam aerobik untuk warga binaan perempuan. Bu Lilik mengikuti senam, seperti warga binaan perempuan yang lain,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Kabupaten Pasuruan membidik kasus dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan. Kegiatan keolahragaan sepanjang tahun 2017, ditengarai ada mark up anggaran.

Salah satunya Pormadin yang digelar di Candra Wilwatikta Pandaan. Dampaknya, ada kerugian negara yang dinikmati sejumlah orang.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, ditemukan kerugian negara hingga Rp 918 juta. Atas temuan itulah, pihak Kejari menetapkan Lilik sebagai tersangka.

Lilik dijadikan tersangka karena menjadi orang yang menyebabkan kebocoran anggaran dalam kegiatan di Dispora selama 2017. Ia merupakan pemegang anggaran. Posisinya itu, membuatnya leluasa memanfaatkan uang negara hingga ada indikasi korupsi.

Penetapan tersangka Lilik dilakukan 1 Agustus 2019. Dan Kamis (19/9), Lilik jadi tahanan Kejari dengan dititipkan di Rutan Bangil. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf angkat bicara soal penahanan Lilik Wijayanti, eks kabid Olahraga yang terlilit kasus dugaan korupsi di Dispora. Menurut Irsyad, pihaknya sudah mewanti-wanti semua OPD untuk tidak bermain-main dengan anggaran.

Hal itu diungkapkan Irsyad di sela-sela sidang paripurna membahas kesepakatan KUPA PPASP 2019 di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Jumat (20/9). “Saya sudah berkali-kali mengingatkan ketika awal menjabat agar semua berhati-hati dalam mengelola anggaran,” ungkap Irsyad.

Irsyad pun berharap, kasus dugaan korupsi yang membelit Dispora, bisa menjadi pelajaran bagi OPD yang lain. Sehingga, mereka bisa lebih berhati-hati dan tidak bermain-main dengan anggaran. “Kasus ini bisa diambil hikmahnya,” tambahnya.

Menurut Irsyad, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan korupsi di Dispora pada hukum yang berlaku. Adapun Lilik sendiri, saat ini masih berstatus ASN. Artinya, Lilik tidak bisa dipecat serta-merta.

Pemecatan Lilik dikatakannya, baru bisa dilakukan setelah status hukumnya inkracht. “Bu Lilik memang sempat mengajukan pensiun dini. Tapi, terganjal kasus yang melilitnya. Kami tidak bisa memecatnya karena kasusnya masih berproses dan belum inkracht,” pungkasnya.

LANGSUNG NYETEL: Lilik Wijayanti (dua dari kiri) saat ikut senam di dalam Rutan Bangil. (Foto Istimewa)

Di sisi lain, Lilik masih shock setelah ditahan Kejari Kabupaten Pasuruan sejak Kamis (19/9) sore. Hal ini disampaikan Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto.

Lilik memang dititipkan di sel Rutan Bangil sejak Kamis sore. Jumat adalah hari pertamanya beraktivitas di sana.

“Ia masih sedih. Kami juga berusaha untuk menghiburnya. Supaya bisa mengikhlaskan apa yang menimpanya,” kata Wahyu.

Meski begitu, Lilik sudah beraktivitas seperti warga binaan lainnya. Jumat (20/9) pagi, ia ikut senam aerobik yang digelar di Rutan Bangil.

“Memang setiap Jumat kami rutin menggelar senam aerobik untuk warga binaan perempuan. Bu Lilik mengikuti senam, seperti warga binaan perempuan yang lain,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Kabupaten Pasuruan membidik kasus dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan. Kegiatan keolahragaan sepanjang tahun 2017, ditengarai ada mark up anggaran.

Salah satunya Pormadin yang digelar di Candra Wilwatikta Pandaan. Dampaknya, ada kerugian negara yang dinikmati sejumlah orang.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, ditemukan kerugian negara hingga Rp 918 juta. Atas temuan itulah, pihak Kejari menetapkan Lilik sebagai tersangka.

Lilik dijadikan tersangka karena menjadi orang yang menyebabkan kebocoran anggaran dalam kegiatan di Dispora selama 2017. Ia merupakan pemegang anggaran. Posisinya itu, membuatnya leluasa memanfaatkan uang negara hingga ada indikasi korupsi.

Penetapan tersangka Lilik dilakukan 1 Agustus 2019. Dan Kamis (19/9), Lilik jadi tahanan Kejari dengan dititipkan di Rutan Bangil. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/