Pikap yang Ditumpangi Bapak-Anak Ini Ringsek usai Tabrak Tronton di Pandaan

PANDAAN – Rencana Mukhlis, 42 dan Ashabul Kahfi, 16, untuk pulang ke rumahnya Selasa (21/8), berujung petaka. Ini karena bapak dan anak asal Dusun Ngula’an, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, mengalami kecelakaan.

Mobil pikap nopol W 8509 NJ yang dikendarainya menabrak tronton muatan semen bernopol nopol B 9537 HJ. Akibat insiden itu, keduanya mengalami luka-luka. Mukhlis yang menjadi pengemudi mobil, mengalami luka pada kepala atas robek. Sementara Ashabul Kahfi, luka pada betis kaki kanan lecet dan kepala bagian atasnya robek.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.30. Sebelumnya, Mukhlis dan Ashabul Kahfi, baru saja berjualan tempe ke luar Pasuruan. Pagi itu agenda mereka memang hendak pulang.

Petaka menghampiri mereka saat melintas di ruas jalan nasional jurusan Surabaya – Malang depan PT KDM di Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan. Mobil pikap yang ditumpangi mereka yang melaju dari arah utara ke selatan, tiba-tiba menabrak tronton. Saat itu tronton tengah mogok dan berhenti di jalur lambat atau kiri.

Akhirnya kecelakaan tak bisa dihindari. Usai menabrak tronton, bodi depan pikap ringsek. Kaca depannya sampai pecah. Sedangkan kedua korban, sopir dan penumpang yang sama-sama duduk didepan, pagi itu juga langsung dievakuasi ke IGD RS Mitra Sehat Medika di Pandaan, setelah sempat terjepit.

“Sopir pikapnya diduga kuat ngantuk. Sehingga dari arah yang sama, sesampainya di lokasi kejadian langsung menabrak dari belakang tronton mogok muatan semen berhenti di lajur lambat,” ungkap Kanit Lantas Polsek Pandaan Iptu Supriyanto.

Saat kejadian berlangsung, ternyata sopir tronton tidak berada di tempat. Diduga melarikan diri. Hingga berita ini ditulis keberadaannya masih belum diketahui.

Untuk kedua kendaraan, pagi itu juga langsung diamankan di poslantas polsek setempat. Didapati mobil pikap bodi dan kaca depannya ringsek. Sedangkan trontonnya rusak pada bak belakang pojok kanan.

“Sopir trontonnya dalam proses lidik. Sejauh ini masih kabur dan belum menyerahkan diri. Posisinya dipihak kurang menguntungkan, karena pada saat kendaraannya mogok di lajur lambat tidak dilengkapi kelengkapan rambu-rambu,” katanya. (zal/fun)