alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Gunung Bromo Mulai Stabil setelah Sempat Erupsi, Jarak Aman Radius 1 Kilometer

SUKAPURA – Setelah sempat erupsi, aktivitas gunung Bromo kembali stabil, Sabtu (20/7). Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mengimbau warga dan pengunjung tidak memasuki jarak aman radius 1 kilometer dari kawah Bromo.

Wahyu Ardian Kusuma, kepala pos Pantau Gunung Api (PGA) Bromo mengatakan, pengamatan cuaca sejak tanggal 1 hingga 18 Juli 2019 umumnya cuaca di sekitar Gunung Bromo cerah, berawan hingga mendung. Kemudian, Jumat (19/7), sekitar pukul 16.43, tercatat satu kali hujan gerimis. Curah hujan tercatat di Pos PGA Bromo sebesar 0.4 mm.

”Terjadi letusan erupsi pada Gunung Bromo. Namun, karena cuaca berkabut, tidak terlihat jelas letusan dan abu vulkanik yang dilontarkan Gunung Bromo. Selain itu juga terjadi amplitudo maksimum 1 mm dan lama gempa 3 menit 20 detik,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Selama erupsi menurutnya, juga terjadi banjir. Ada aliran air disertai material batuan berukuran abu hingga pasir di lautan pasir. Menurutnya, hal itu merupakan fenomena alam biasa. Dan tidak berkaitan langsung dengan aktivitas erupsi Gunung Bromo.

Banjir menurutya, diakibatkan hujan yang terjadi di sekitar Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo. Hujan turun bersamaan dengan erupsi yang menghasilkan abu vulkanik. Sehingga terjadi banjir disertai material batuan berukuran abu hingga pasir.

Selain itu, morfologi kaldera Tengger merupakan topografi rendah yang dikelilingi perbukitan. Karena itu saat hujan turun, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera.

”Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo umumnya terdiri dari produk jatuhan yang bersifat lepas. Sehingga akan mudah tergerus oleh air hujan,” terangnya.

Saat ini ditegaskan Wahyu, aktivitas Gunung Bromo terus stabil. Cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah, hingga sedang ke arah selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Dengan volume curah hujan 0.4 mm per hari.

Status Gunung Bromo juga tetap di level II waspada. Masyarakat atau pengunjung dilarang memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah gunung Bromo.

”Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, hingga sedang dan tinggi 300 meter di atas puncak kawah. Terdengar suara gemuruh dan dentuman dari kawah Bromo. Tremor Menerus terekam dengan amplitudo 0.5-37 mm, dominan 1 mm,” terangnya.

Sementara itu, Anggit Hermanuadi kepala BPBD Kabupaten Probolinggo mengatakan, banjir yang terjadi pasca letusan Gunung Bromo, bukan banjir lahar. Banjir itu terjadi karena hujan turun di sekitar selatan kawah. Sehingga, menyebabkan air limpasan yang membawa material vulkanik atau biasa disebut lahar dingin di laut pasir. Kondisi ini akan berlangsung dengan cepat bergantung curah hujan yang terjadi.

”Alhamdulillah, kondisi gunung Bromo saat ini (20/7, Red) kembali cerah dan stabil. Pengunjung yang datang pun terus meningkat. Tapi kami imbau, pada masyarakat dan pengunjung untuk tidak melanggar larangan dari PVMBG. Yaitu tidak memasuki radius 1 kilometer dari kawah Bromo,” terangnya. (mas/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR