alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Rumah Jauh dan Tersisih sejak Awal, Ini Kekecewaan yang Dirasakan Orang Tua Siswa

PROBOLINGGO – Pendaftaran PPDB SMA/SMK membuat tak sedikit orang tua kecewa. Salah satu sebabnya, lantaran anak mereka tak bisa bersekolah di sekolah favorit.

Di Kabupaten Pasuruan misalnya, seorang wali murid mengaku, anaknya tersisih sejak awal pendaftaran. Sebabnya, karena penerapan sistem zonasi ini.

Rodi’yah mengaku, anaknya mendaftar di SMAN 1 Bangil. Namun, rumah mereka ada di Gununggangsir, Kecamatan Beji. Jaraknya dengan SMAN 1 Bangil sekitar 6,5 kilometer. Karena jarak yang jauh itu, anaknya sudah tersisih sejak hari Selasa pagi atau hari kedua pendaftaran.

“Kami daftar hari Senin, tapi Selasa pagi sudah hilang dari daftar. Sebab, siswa yang dekat-dekat lebih diutamakan diterima,” tuturnya.

Di sisi lain, nilai UN anaknya hanya 28. Karena itu, anaknya juga tidak bisa masuk lewat kuota 20 persen untuk jalur prestasi. “Anak saya nilai UN hanya 28. Jadi, juga terlempar dari persentase jalur prestasi yang 20 persen itu,” terangnya.

Rodi’yah pun mengaku kecewa dengan penerapan sistem ini. Menurutnya, sistem zonasi hanya menguntungkan anak yang rumahnya dekat dengan sekolah yang dituju.

Di sisi lain, jumlah SMA di Kabupaten Pasuruan menurutnya terbatas. Cuma ada delapan buah. Bahkan, di Beji tidak ada SMA negeri.

“Di Beji kan tidak ada SMA. Karena itu, kami daftar ke Bangil. Tapi, karena jarak sekolah dengan rumah jauh, akhirnya tidak diterima,” lanjutnya.

Hal yang sama terjadi di Kabupaten Probolinggo. Di SMAN 1 Kraksaan misalnya, beberapa wali murid kecewa karena anaknya tidak diterima di tempat itu.

“Ada beberapa orang tua murid yang komplain ke sini (SMAN 1 Kraksaan, Red.). Komplainnya mengenai jarak. Sekolahnya dekat di Kraksaan, tapi jarak sekolah dengan rumah jauh, akhirnya anaknya tidak diterima. Dan, harus sekolah dekat rumah atau sekolah yang sesuai zona,” terang Kepala SMA Negeri 1 Kraksaan Bambang Sudiarto.

Pihaknya, menurut Bambang, mengarahkan para wali murid untuk masuk melalui jalur pemeringkatan ujian nasional (UN). Sebab, dengan jalur pemeringkatan UN, siswa yang jarak rumah dengan sekolah jauh, masih punya kesempatan sekolah di tempat yang diinginkan.

“Tetapi, persaingan lewat jalur pemeringkatan atau prestasi ini lumayan tinggi. Jika tidak diterima, maka siswa akan ditaruh di sekolah yang dekat,” tandasnya.

Selain masalah jarak, menurutnya, proses pendaftaran PPDB di tempatnya relatif tidak ada masalah yang signifikan. Prosesnya berjalan lancar. Bahkan, hingga hari terakhir pendaftaran, tidak ada komplain dari wali murid.

“Tidak ada masalah. Sejauh ini berjalan lancar. Cuma memang ada keluhan dari beberapa wali murid,” tandasnya.

SMAN 1 Kraksaan sendiri dalam PPDB tahun ini, menetapkan 360 pagu. Jumlah tersebut nantinya dibagi dalam 10 kelas.

“Kalau yang tidak diterima di sini karena zona, maka akan ditaruh di sekolah pilihan ke dua,” tandasnya.

Bambang menegaskan, setiap kebaruan pasti menimbulkan pro dan kontra. Namun, di Kraksaan menurutnya gejolak tidak begitu terasa.

“Sebetulnya bergejolak juga. Tapi karena tidak banyak, bisa diantisipasi,” terangnya. (eka/sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Bank Indonesia Gulirkan Beasiswa Satu Juta Tiap Bulan

Masing-masing mahasiswa itu akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta tiap bulan selama setahun mulai Januari 2021.

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti