Oknum Satpol PP yang Tersandung Narkoba Ajukan PK Meski Divonis 4 Tahun Penjara

MASIH TERDAKWA: Abdullah Nasich saat perkaranya dilimpahkan polisi ke kejaksaan. Dia sudah divonis 4 tahun penjara dan melakukan upaya peninjauan kembali. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Proses pemberhentian oknum Satpol PP Kota Pasuruan atas kepemilikan sabu-sabu, Abdullah Nasich masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, eks pegawai Satpol PP di Kota Pasuruan itu mengajukan langkah peninjauan kembali (PK) atas kasus kepemilikan sabu-sabu.

Pemkot mengaku pihaknya belum menerima salinan putusan inkracht dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan. Langkah pemecatan terhadap eks pegawai Satpol PP tersebut tentunya harus menunggu kasusnya berkekuatan hukum tetap. Selama masih ada langkah hukum yang dilakukan terdakwa, maka kasusnya masih berlanjut.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan, Mokhamad Faqih mengungkapkan pihaknya sempat menghubungi PN Pasuruan untuk menanyakan perkara Abdullah Nasich. Hasilnya, keputusan inkracht masih belum didapatkan.

“Kami sempat menanyakannya agar jika sudah inkracht, kami bisa segera melakukan proses indisipliner bersama tim disiplin Pemkot. Ternyata, perkaranya belum selesai. Katanya, Abdullah Nasich masih mengajukan gugatan,” jelas Fakih.

Humas PN Pasuruan, Rahmat Dahlan membenarkan jika perkara kepemilikan sabu oleh Abdullah Nasich masih belum inkracht. Pasalnya, Abdullah Nasich mengajukan PK ke PN pada 18 Maret lalu dan surat resminya dikirim pada 11 April.

“Iya memang belum. Ternyata Abdullah Nasich mengajukan PK. Lamanya PK ini tiga bulan setelah surat resmi dilayangkan. Namun, saya tidak tahu majelis hakim yang menangani perkaranya sudah membacanya atau belum. Jadi perkiraan Agustus, baru diputuskan,” terang Rahmat.

Untuk diketahui, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba kembali bertambah. Seorang PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan diamankan tim Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota.

Dari tangan Abdullah Nasich, 41, warga Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan itu yang tercatat sebagai PNS di Satpol PP Kota Pasuruan, polisi menemukan paket sabu. Pria tamatan S1 tersebut ditangkap petugas, Sabtu (13/10) lalu.

Ia pun mulai disidang sejak awal Januari lalu. Dari persidangan terungkap jika, ia hanya menyimpannya sendiri untuk dikonsumsi. Ia pun divonis empat tahun tujuh bulan dan harus membayar denda Rp 800 juta atau subsider dua bulan. (riz/fun)