Penjual Pecel di Probolinggo Ini Pecah Celengan Tabungan Umrah untuk Bantu Pemerintah Atasi Korona

KANIGARAN, Radar Bromo – Wabah Covid-19 memang mematikan sebagian sektor ekonomi. Walau begitu, di saat situasi sulit seperti ini, banyak orang yang berjiwa sosial muncul. Seperti Sunarsih, 58. Warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, rela menyumbangkan uang tabungan umrahnya, untuk membantu upaya pemerintah menangani bencana ini.

Seakan tidak peduli situasi sulit, Sunarsih menganggap, uang tabungannya itu lebih berharga jika digunakan untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran wabah ini. Sikap sosialnya diacungi jempol. Termasuk oleh Wali Kota Probolinggo yang Senin (20/4) menemuinya di ruang lobi kantor pemkot.

Dengan menggunakan gamis dan kerudung panjang hitam serta masker kain berwarna hijau toska, Sunarsih membawa sebuah celengan warna merah. Di bagian luar celengan tertulis dengan spidol hitam “Bismillah Barokah”.

“Ini pertama kali saya masuk kesini setelah Jumat lalu saya ke rumah dinas wali kota. Sama petugas dikasih tahu kalau kantornya ada di sebelah timur. Tapi karena sudah sore sudah tutup kantornya,” ujar ibu tiga anak itu.

Dia berangkat naik motor. Celengan yang merupakan tabungan umrah miliknya, dia bungkus plastik. Begitu tiba di kantor pemkot, dia langsung diajak menuju ruang transit di lantai 2. Di sana Sunarsih bertemu dengan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Sekda Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati, Kepala Inspektorat Kota Probolinggo Tartib Goenawan dan kepala Bapeda Litbang Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.

RELA: Sunarsih saat duduk di lobi, bersama celengannya yang akan disumbangkan. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dengan menggunakan pisau cutter, Tartib Goenawan kemudian membuka celengan plastik tersebut. Ribuan koin perak Rp 1.000 terhampar di atas meja di ruang transit. Saat dikeluarkan dari celengan, muncul sebuah kertas kecil berwarna biru. Kertas tersebut rupanya berisi janji Sunarsih untuk bisa berangkat umrah.

“Tidak akan saya buka sebelum niat suci saya berangkat umroh. Amin ”

Habib Hadi –sapaan Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh Sunarsih kepada Pemkot Probolinggo untuk mengatasi wabah virus Korona. “Besar kecil yang diberikan bukan masalah. Tapi kerelaan bu Sunarsih untuk merelakan tabungan umrahnya dengan tulus membantu penanganan virus korona. Saya bangga dan terharu semoga bisa menjadi contoh bagi yang lain,” ujarnya.

Sunarsih sejatinya mengumpulkan uang di celengan dari hasil penjualan nasi pecel yang sehari-hari dijalankannya. “Setiap ada pembeli yang membayar nasi pecel dengan uang koin Rp 1.000, saya masukkan celengan. Sudah 3 tahun ini saya lakukan,” ujarnya.

Awalnya uang tersebut hanya disimpan dalam kantong plastik. Karena jumlahnya setiap hari semakin banyak, akhirnya salah satu anaknya membelikan celengan plastik berwarna merah. Sejak itulah Sunarsih menyimpan uang koin dalam celengan tersebut. Dengan sebait doa yang dituliskan di atas celengan “Bismillah Barokah”.

Singkatnya, suatu ketika dia melihat anak-anak di Jawa Barat memberikan celengan kepada pemerintah untuk disumbangkan demi penanganan korona. Ini membuatnya teringat bahwa dia pun memiliki celengan yang serupa.

“Celengan ini sebenanrya untuk tabungan umrah. Tapi waktu lihat tayangan di TV, tiba-tiba saya tergerak. Ingin uangnya disumbangkan. Karena takut kena tipu, saya pilih diantarkan ke wali kota,” ujarnya.

Saat mencoba diangkat, celengan tersebut sangat berat. Bahkan harus dibawa dengan menggunakan 2 tangan sekaligus.

Sunarsih menceritakan bahwa dirinya sehari-hari bekerja sebagai penjual nasi pecel di rumahnya. Namun karena wabah korona ini penjualan nasi pecelnya merosot drastis. “Biasanya sehari bisa habis nasi sampai 5 kg, sekarang paling habis 3 kg,” ujarnya.

Keluarga Sunarsih pun bukan berasal dari keluarga yang berada. Bahkan salah satu putranya kini tidak lagi aktif bekerja di salah satu gudang untuk mengangkut barang karena adanya wabah korona.

Meskipun kondisi ekonomi keluarganya bukan keluarga berada, Sunarsih memilih tetap memberikan uang celengan untuk umrahnya. “Gak apa-apa. Saya yakin untuk menyumbangkan ini, ikhlas buat bantu warga karena korona. Saya sendiri ndak tahu di celengan ini ada berapa, mungkin Rp 2 juta,” ujarnya.

Dia pun yakin, suatu saat ada cara lain buat berangkat umrah. “Kalau sudah dipanggil sama Allah untuk berangkat ya berangkat juga nantinya,” tambahnya. (put/fun)