Pria di Dringu Ini Aniaya Tetangga karena Dikabarkan Selingkuh dengan Ayahnya

DRINGU, Radar Bromo– Akibat tidak terima bapaknya selingkuh, IS, 23, warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Kamis dini hari (19/3), Imam berusaha menganiaya Lst, yang diduga kuat selingkuhan bapaknya. Akibatnya, perempuan yang masih satu desa itu alami luka goresan akibat terkena sabentan senjata tajam di bagian lengannya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 03.00. Itu bermula saat terlapor IS, mendapatkan kabar dari Sn, ibunya. Sang ibu menyebutkan bahwa bapaknya yang berinisial, En, berselingkuh dengan Lst (korban). Dari situ, terlapor IS, hendak menemui korban.

”Kami sudah selesaikan perkara penganiayaan secara restoratif justice. Kebetulan, korban penganiayaan juga mengakui salah dengan perbuatannya. Hingga akhirnya, korban dan terlapor sama-sama menyadari dan menegakui kesalahannya serta saling memaafkan,” kata Kapolsek Dringu Iptu Taufik, melalui Kanitreskrim polsek setempat, Bripka Fajar Prajawanto.

Kanitreskrim menjelaskan, penganiayaan itu terjadi saat terlapor Is datang ke rumah Lst. Saat itu IS hendak melabrak bapaknya, yang sedang di rumah Lst. Saat itu, terlapor yang membawa pisau, menggedor pintu rumah korban beberapa kali. Karena tidak dibukakan, akhirnya terlapor IS, mendobrak pintu rumah hingga terbuka.

”Waktu bertemu, terlapor menanyakan pada korban, apakah korban berselingkuh dengan bapaknya terlapor? Dengar korban menjawab iya, terlapor (IS, Red), langsung emosi,” terangnya.

Saat emosi itulah, kata Kanitreskrim, terlapor IS berusaha membacokkan pisaunya dan mengenai lengan kiri korban. Tidak puas, terlapor kembali membacokkan, tapi berhasil ditangkis oleh korban. Kemudian, korban lari keluar rumah dan terlapor diamankan masyarakat.

”Akibat penganiayaan itu, korban alami luka gores di lengan tangan kiri dan pergelangan tangannya,” terangnya.

Dalam proses pemeriksaan, korban dan terlapor sama-sama mengakui salah. Mereka sama-sama menyadari kesalahannya dan sepakat menyelesaikan kejadian itu secara kekeluargaan. (mas/fun)