Retribusi 7 Pasar Daerah di Kota Pasuruan Ditarget Naik Segini

PANGGUNGREJO, Radar Bromo– Retribusi pasar di Kota Pasuruan tahun ini ditarget meningkat dari tahun lalu. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mengungkapkan retribusi pasar tahun ini sebesar Rp 1.581.772.572. Ini berasal dari tujuh pasar yang dimiliki oleh Pemkot.

Kepala Disperindag Kota Pasuruan, Muallif Arif mengungkapkan target ini naik dari tahun 2019. Dimana pihaknya menargetkan retribusi sebesar Rp 1.529.372.340 dan mampu terealisasi hingga Rp 1.759.563.279 hingga akhir Desember lalu atau mencapai 115 persen dari target yang dicanangkan.

“Alhamdulillah tahun 2019, realisasi retribusi pasar melebihi target. Ini tidak terlepas dari pedagang yang membayar retribusi tepat waktu. Sehingga tahun ini kami tingkatkan targetnya,” ungkapnya.

Ayik-sapaan akrabnya menjelaskan target tahun ini berasal dari potensi tujuh pasar tradisional yang dimiliki oleh Pemkot. Yakni, Pasar Kebonagung, Pasar Besar, Pasar Bukir dan Randusari, Pasar Poncol, Pasar Gadingrejo dan Pasar Karangketug.

Ia merinci ada empat pos penyumbang retribusi pasar ke kas daerah. Yaitu dari retribusi pelataran senilai Rp 102.420.000; retribusi los Rp 216.728.760; retribusi kios Rp 874.423.512 dan retribusi bedak Rp 382.200.300.

“Ini menghitung potensi ril  yang ada. Seperti jumlah kios dan los yang berfungsi  di masing masing pasar. Serta jumlah pedagang yang berjualan. Sebab ada kios yang tutup dan tidak digunakan,” terang Ayik.

Ia mengaku kenaikan target tahun ini tidak terlepas dari adanya kenaikan potensi. Seperti kios dan bedak yang tutup tahun lalu, namun tahun ini kembali di buka karena ada pedagang yang menyewa di kios dan bedak tersebut.

“Penarikan retribusi ini dilakukan dengan sistem harian. Jadi kalau pedagang tidak buka, ya tidak ditarik. Insya Allah bisa tercapai. Ini sudah kami hitung dari potensi yang ada di masing masing pasar,”pungkas Ayik. (riz/fun)