alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Revitalisasi Pasar Mebel Diajukan Lagi Tahun Depan, Tapi Dananya Bisa Dikepras Separo

GADINGREJO – Gagalnya rehab Pasar Mebel Bukir di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo tahun ini tidak lantas membuat Pemkot pasrah. Pemkot kembali mengajukan anggaran revitalisasi pasar yang pernah terbakar di tahun 2017 silam.

Hanya saja pemkot menyadari, pengajuan untuk yang kedua kalinya itu, nilainya akan berubah. Bahkan akan terpotong separo karena nilainya bisa Rp 1,6 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Muallif Arif mengungkapkan keinginan untuk merehab Pasar Mebel Bukir tetap ada. Utamanya, untuk memperbaiki puluhan los pasar setempat yang terbakar September 2017 lalu.

Namun, ia belum dapat memastikan rehab yang bakal diprioritaskan tahun depan. Sebab pemerintah pusat melalui kementerian perdagangan RI membatasi dana alokasi khusus (DAK) untuk setiap pasar maksimal sebesar Rp 1,6 miliar.

“Mudah-mudahan pengajuan kami diterima. Yang pasti lebih rendah dari tahun ini. DAK yang gagal terserap tahun ini mencapai Rp 3 miliar,” jelasnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi menyambut positif pengajuan Pemkot untuk rehab Pasar Mebel Bukir. Ia pun berharap agar gagalnya penyerapan DAK untuk Pasar Mebel Bukir tidak sampai terulang kembali.

“Karena itu, Pemkot bisa melakukan perencanaanya tahun ini. Sehingga, saat DAK nya turun bisa langsung terserap. Kasihan dengan pedagang setempat,” ungkap Junaedi.

Sementera itu, Ketua Paguyuban Pasar Mebel Bukir, Lilik Suciati mengaku pihaknya berharap agar rehab Pasar Mebel Bukir segera terealisasi. Sebab, banyak pedagang yang mengeluh omset mereka turun drastis akibat los lama tidak bisa difungsikan.

“Los lama yang terbakar itu digunakan sebagai display. Saat ini pedagang terpaksa menyewa di luar atau menggunakan rumah mereka,”pungkasnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU