Puting Beliung 11 Desa di Probolinggo, Kerugian Capai Rp 700 Juta

KREJENGAN – Bencana angin puting beliung yang melanda 11 desa di Kecamatan Krejengan dan Gading, Kabupaten Probolinggo, menyebabkan ratusan rumah rusak. Berdasarkan data di lapangan, sampai Senin (19/11) tercatat 169 rumah rusak berat, sedang, hingga ringan.

Tidak hanya itu. Tiga gedung MI juga rusak. Termasuk satu kandang ayam dan satu gudang bawang milik warga juga rusak.

Kerusakan itu terjadi merata di semua desa. Kecuali di Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, tidak ada rumah yang rusak. Di desa ini, hanya pepohonan yang roboh akibat puting beliung.

Akibat kerusakan itu, kerugian mencapai total ratusan juta rupiah. Berdasarkan data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo, hingga Senin total kerugian ditaksir mencapai Rp 741.800.000.

Namun, jumlah ini bisa bertambah. Sebab, sampai berita ini diturunkan, ada desa yang jumlah kerugiannya masih dihitung. Yaitu, Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan. Di sini, kerugian akibat pepohonan yang tumbang masih dihitung. Lalu, kerugian di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, juga masih dihitung.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, desa terdampak akibat puting beliung paling banyak di Kecamatan Krejengan. Antara lain Desa Opo-opo dengan total kerugian mencapai Rp 154 juta. Lalu, di Desa Seboro kerugian sebesar Rp 253 juta. Desa Karangren total kerugian Rp 120 juta. Desa Sumberkatimoho kerugian mencapai Rp 40 juta. Sedangkan untuk data Desa Rawan, Desa Patemon, dan Desa Kedungcaluk, BPBD masih dalam proses mendata.

Lalu, di Kecamatan Gading, ada empat desa terdampak angin puting beliung. Yaitu, Desa Mojolegi dengan kerugian total ditaksir Rp 63 juta. Desa Wangkal jumlah kerugian Rp 1,5 juta. Desa Nogosaren kerugian mencapai Rp 55 juta. Dan, terakhir Desa Prasi dengan kerugian Rp 5 juta.

Senin (19/11), warga bersama Muspika di dua kecamatan ini melakukan kerja bakti. Mereka gotong royong membersihkan lokasi yang terdampak angin puting beliung. Juga membantu warga yang rumahnya rusak. Seperti, membersihkan rumah dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa digunakan dari reruntuhan rumah.

Mawardi, salah seorang perangkat Desa Rawan, Kecamatan Krejengan mengatakan, warga gotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah yang rusak. Mereka membantu dengan suka rela atas dasar kemanusiaan.

“Warga saling membantu. Sebab, mereka semua bersaudara. Mereka membersihkan sisa-sisa barang dari reruntuhan rumah yang masih bisa digunakan,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mengevakuasi batang pohon tumbang yang menutup jalan. Sebab, pada kejadian Minggu itu, banyak rumah yang tertimpa pohon.

“Jadi, kami evakuasi pohon-pohon yang roboh. Barang dari rumah warga yang bisa dipakai, juga dievakuasi. Sehingga, nanti kondisinya bisa pulih seperti semua,” tuturnya.

Sementara itu, petugas BPBD Kabupaten Probolinggo langsung turun ke lapangan. Mereka memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada warga yang terdampak angin puting beliung.

Petugas BPBD juga mendata rumah warga yang rusak. Termasuk, membantu membersihkan rumah warga yang roboh.

Namun, sampai Senin BPBD tidak membangun tenda pengungsian. Sebab, warga yang rumahnya terdampak puting beliung, memilih untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena musibah.

Teguh Kawiandoko, kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Kabupaten Probolinggo menjelaskan, data sementara rumah yang terdampak ada sekitar 132 rumah. Itu, tidak termasuk Desa Patemon, Desa Rawan, dan Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan. Rumah rusak di tiga desa ini masih didata.

“Kami masih terus mengumpulkan data rumah yang terdampak. Sejauh ini data terbaru yaitu sekitar 132 rumah rusak. Terdiri atas 10 rusak berat dan 122 rusak ringan,” ujarnya di kantor BPBD Kabupaten Probolinggo, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Selain itu, juga ada satu kandang ayam yang rusak dan satu garasi sekolah MI rusak. Semua kerusakan kebanyakan terjadi di bagian atap. Atap rata-rata ambruk atau terbang dibawa angin puting beliung.

“Rata-rata yang rusak itu atap rumah. Selain itu, juga ada yang temboknya retak karena tertimpa pohon,” tandasnya.

Sedangkan untuk kerugian, dari data BPBD sekitar Rp 691.500.000. Menurut teguh sapaan akrabnya, warga yang terdampak rencananya akan diberikan bantuan berupa uang.

“Nanti akan kami berikan bantuan berupa uang. Itu, untuk bantuan memperbaiki rumah warga yang rusak,” jelasnya. (sid/hn)