alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Penertiban Anjal di Kota Pasuruan Terkendala Bentuk Sanksi

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keberadaan anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng) masih menjadi masalah di Kota Pasuruan. Seakan tidak jera, meski berulang kali dirazia oleh petugas dari Satpol PP setempat, mereka masih saja kembali melakukan aktivitasnya. Ini disebutkan karena tidak ada efek jera pada mereka.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Pasuruan, Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan, pihaknya rutin melakukan penertiban pada anjal dan gepeng di sejumlah lokasi. Mulai dari pertigaan, perempatan hingga titik keramaian. Seperti Jalan Ir Juanda, Jalan Ahmad Yani hingga Jalan KH Ahmad Dahlan. Sebab keberadaan mereka cukup mengganggu kenyamanan warga.

Tak hanya itu, keberadaan mereka juga membuat pemandangan di Kota Pasuruan menjadi kurang sedap. Penertiban ini biasanya dilakukan minimal sebulan sekali. Namun, ia mengaku banyak anjal yang tidak juga jera meski berulang kali. Bahkan ada sejumlah anjal dan gepeng yang pernah ditertibkan hingga lebih dari dua kali saat razia dilakukan.

“Penertiban rutin selalu kami lakukan. Selama ini kami hanya memanggil pihak keluarga nya saja dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya. Rupanya hal ini membuat mereka tidak jera,” ungkapnya.

Fadholi menyebut, upaya penertiban anjal ini memang harus melibatkan seluruh pihak yang terkait. Baik kepolisian maupun pemkot Pasuruan. Misalnya dengan memberikan pengarahan ataupun pembinaan langsung pada mereka. Jika tidak ada pembinaan khusus, maka mereka akan terus mengulangi perbuatannya itu.

“Upaya preventif sebenarnya yang perlu dilakukan. Rata-rata mereka kan anak usia sekolah dan tidak punya pekerjaan. Kami nilai memang perlu dilakukan pembinaan secara khusus,” terang Fadholi. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.