alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Jorongan Tutup

LECES, Radar Bromo – Penutupan tempat layanan kesehatan kembali dilakukan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini giliran Puskesmas Jorongan di Kecamatan Leces ditutup. Penutupan ini disebabkan salah satu tenaga kesehatan (nakes) ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

dr. Dewi Veronica selaku juru bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi membenarkan, adanya penghentian pelayanan di Puskesmas Jorongan. Itu terjadi karena sedang dilakukan screening pada petugas dan nakes di puskesmas tersebut.

”Baru mulai hari ini (kemarin, Red) pelayanan Puskesmas Jorongan ditutup sementara. Karena semua petugas dan nakes di screening,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (19/10).

Dewi mengungkapkan, ada satu nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus itu karena orangtua nakes tersebut terpapar Covid-19 dan meninggal dunia. Saat orangtua nakes itu sakit dan terpapar, satu nakes tersebut sudah tidak masuk kerja karena menunggu hasil swab.

Ternyata hasil swab positif. Sehingga, pihaknya lakukan tracing pada petugas dan nakes yang kontak erat di Puskesmas Jorongan tersebut.

”Jadi, sebelum hasil swab turun dan orangtuanya terkonfirmasi positif, tenaga medis bersangkutan sudah tidak masuk. Tapi karena hasil swab nakes itu positif, kami lakukan tracing dan screening semuanya,” terangnya.

Ditanya berapa lama pelayanan Puskesmas Jorongan akan ditutup sementara? Dewi mengaku belum dapat memastikan. Namun perkiraan tidak sampai seminggu. Karena nantinya di-tracing dan dites PCR akan lebih cepat hasilnya diketahui.

”Berapa jumlah nakes di Puskesmas Jorongan, masih belum tahu. Tapi tidak semua di-swab, hanya yang kontak erat saja,” ungkapnya. (mas/fun)

LECES, Radar Bromo – Penutupan tempat layanan kesehatan kembali dilakukan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini giliran Puskesmas Jorongan di Kecamatan Leces ditutup. Penutupan ini disebabkan salah satu tenaga kesehatan (nakes) ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

dr. Dewi Veronica selaku juru bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi membenarkan, adanya penghentian pelayanan di Puskesmas Jorongan. Itu terjadi karena sedang dilakukan screening pada petugas dan nakes di puskesmas tersebut.

”Baru mulai hari ini (kemarin, Red) pelayanan Puskesmas Jorongan ditutup sementara. Karena semua petugas dan nakes di screening,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (19/10).

Dewi mengungkapkan, ada satu nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus itu karena orangtua nakes tersebut terpapar Covid-19 dan meninggal dunia. Saat orangtua nakes itu sakit dan terpapar, satu nakes tersebut sudah tidak masuk kerja karena menunggu hasil swab.

Ternyata hasil swab positif. Sehingga, pihaknya lakukan tracing pada petugas dan nakes yang kontak erat di Puskesmas Jorongan tersebut.

”Jadi, sebelum hasil swab turun dan orangtuanya terkonfirmasi positif, tenaga medis bersangkutan sudah tidak masuk. Tapi karena hasil swab nakes itu positif, kami lakukan tracing dan screening semuanya,” terangnya.

Ditanya berapa lama pelayanan Puskesmas Jorongan akan ditutup sementara? Dewi mengaku belum dapat memastikan. Namun perkiraan tidak sampai seminggu. Karena nantinya di-tracing dan dites PCR akan lebih cepat hasilnya diketahui.

”Berapa jumlah nakes di Puskesmas Jorongan, masih belum tahu. Tapi tidak semua di-swab, hanya yang kontak erat saja,” ungkapnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/