Oknum Satpol PP Terjerat Narkoba Bakal Dilaporkan ke Plt Wali Kota

PASURUAN – Satpol PP Pemkot Pasuruan akan segera mengambil sikap menyusul penangkapan Abdullah Nasich, oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terjerat perkara narkoba. Sejauh ini, aparat penegak perda menyerahkan proses hukum itu pada Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota. Pihaknya juga akan segera melaporkan ke Plt Wali Kota Raharto Teno Prasetyo.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Hasanuddin mengaku jika telah mengetahui kasus yang menjerat anak buahnya itu. Namun, ia masih menjunjung asas praduga tak bersalah. “Karena belum ada putusan dari pengadilan. Jadi, sementara ini statusnya masih sebagai PNS, namun tidak aktif secara kedinasan,” katanya Jumat (19/10).

Ia menyebut, pihaknya memang belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan penangkapan PNS tersebut. Hanya saja, Hasanuddin telah menerima informasi dan mengkroscek ke pihak kepolisian langsung.

“Kalau pemberitahuan penangkapan dan penahanan ada di pihak keluarga. Sudah kami konfirmasi ke pihak kepolisian bahwa memang disampaikan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Hasanuddin menjelaskan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga Abdullah Nasich. Menurut dia, hal itu memang semestinya dilakukan. Terlebih untuk bisa mengantongi salinan surat pemberitahuan dari kepolisian.

“Sesuai dengan aturan yang ada, nanti akan kami sampaikan ke Plt Wali Kota secara tertulis. Dengan disertai lampiran salinan surat dari kepolisian,” jelas Hasanuddin. “Lebih lanjutnya kami serahkan ke pemkot. Terkait dengan gaji maupun status kepegawaian, itu pimpinan yang akan memprosesnya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdullah Nasich yang merupakan PNS di Satpol PP Kota Pasuruan diamankan tim Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota, Sabtu (13/10) lalu. Polisi juga mengamankan sebuah paket sabu seberat 0,90 gram dari tangan tersangka. (tom/rf)