alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Begini Cara Merawat Kulit saat Musim Kemarau

Musim kemarau telah tiba. Istimewanya, wilayah Probolinggo dan sekitarnya, dilengkapi dengan angin gending. Kondisi ini membuat kondisi kulit menjadi kering dan mudah pecah-pecah.

————

PERAWATAN Kulit wajib dilakukan tanpa mengenal gender. Laki-laki dan perempuan wajib intensif merawat kulir, terutama ketika kemarau seperti saat ini.

“Perawatan kulit wajib dilakukan oleh pria dan wanita. Permasalahan utama pada kulit ketika kemarau memang kulit kering. Jadi, perlu ada perawatan agar tidak terjadi kondisi kulit kering ini,” ujar dr. Dian Damayanti.

Dokter yang membuka klinik di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu mengatakan perawatan kulit ini dimulai dari tahapan pembersihan. Bisa melalui proses cuci muka maupun mandi. “Sabun yang digunakan untuk wajah dan tubuh jelas berbeda. Karena, PH (potential hydrogen) kulit wajah dan tubuh juga berbeda,” ujarnya.

Pemakaian lotion salah satu yang harus digunakan, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Pemakaian handbody ini waktunya juga harus tepat. Termasuk jenisnya maupun bagian tubuh yang harus dibaluti handbody. “Waktu yang paling tepat untuk pemakaian handbody adalah sesaat setelah mandi. Saat itu pori-pori kulit terbuka, jadi handbody mudah menyerap,” ujarnya.

Handbody tidak hanya digunakan di bagian tubuh yang terbuka. Tetapi, juga bagian tubuh yang tertutup. Seperti, paha, lipatan kulit, dan perut. “Bagian-bagian ini kadang diabaikan. Padahal, bagian tubuh yang tertutup ini juga berkeringat yang berisiko mengurangi kelembapan kulit. Ketika kelembapan berkurang, maka pada bagian tubuh yang tertutup ini bisa timbul guratan putih tanda bahwa kulit kering,” jelas dr. Dian.

Jenis handbody yang dipergunakan juga harus diperhatikan. Bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan, pilih handbody yang mengandung Sun Protection Facto (SPF). “Untuk ukuran normal kondisi tropis Indonesia Handbody SPF 30 itu, sudah cukup. Tetapi, yang aktivitasnya memang menghabiskan waktu di luar ruangan, lebih baik yang mengandung SPF di atas 50,” terangnya.

Penggunaan handbody dengan SPF tinggi ini tidak disarankan dilakukan terus menerus. Karena, kandungan SPF yang tinggi membuat kulit cenderung seperti berlapis. “Jika digunakan terus menerus rawan menimbulkan jerawat. Jadi, dipakai temporer saja,” sarannya. Setelah menggunakan handbody, tangan dan kaki bisa ditutup menggunakan sarung tangan dan kaus kaki.

Disinggung mengenai konsumsi air putih saat kemarau, dr. Dian mengatakan, itu harus untuk memenuhi kecukupan konsumsi air. “Minimal 8 gelas per hari. Itu konsumsi air idealnya. Juga bisa ditambahkan konsumsi buah dan multivitamin,” ujarnya.

 

Paling Rentan Masalah Kulit Kering

Bagi mereka yang bekerja di lingkungan outdoor, kerap mengalami permasalahan terhadap kulit. Bahkan, sampai ada yang melakukan perawatan khusus untuk kulitnya, namun tidak sedikit yang abai untuk merawat kulit.

Karenanya, keluhan kulit kering dan pecah-pecah kerap dirasakan. Baik oleh kaum Hawa maupun kaum Adam. Baik anak-anak maupun dewasa.

Salah satunya adalah Bambang Wijiyanto, 30, warga asal Pasuruan yang indekos di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ia mengaku, pada awal tinggal di Kota Probolinggo, pada 3 tahun lalu sulit beradaptasi dengan cuaca saat kemarau. Kulit kering dan pecah-pecah dirasakan setiap kemarau yang bersamaan dengan angin gending.

“Setiap kemarau saya selalu bawa lotion. Kalau ndak gitu, kaki sampai perih-perih karena kulit kering sampai pecah-pecah,” ujarnya.

Anehnya, kondisi ini tidak dialaminya ketika Bambang, berada di daerah asalnya di pasuruan. Meski sama-sama mengalami kemarau, kulitnya tidak pernah sampai kering dan pecah-pecah. “Mungkin karena di sini ada angin gending itu yang bikin kering,” ujarnya.

Bambang yang sehari-harinya bekerja sebagai sales mengaku, tidak pernah melakukan perawatan khusus pada kulitnya. Dia hanya membawa lotion dan digunakan ketika kakinya terasa perih karena kering. “Kalau bekerja keliling, ya pakai sarung tangan dan kaus kaki. Ndak pernah pakai seperti handbody. Gak terbiasa,” ujarnya.

Berbeda dengan Maria Ulfa, 28, warga Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Ia mengaku rutin setiap keluar rumah selalu menggunakan handbody. Apalagi, dia bekerja di dalam ruangan ber-AC. “Kalau di ruangan ber-AC tidak pakai handbody, bikin kulit kering. Makanya setiap 3 jam saya pakai handbody,” ujarnya.

Namun, handbody yang digunakan umumnya digunakan di tangan dan telapak kaki. Karena dua bagian tubuh ini yang tidak terlindung dari pakaian. “Selain handbody, saya juga rutin minum air putih. Tidak pernah menghitung sih. Kira-kira sehari saya 4 kali isi ulang botol 600 mililiter. itu yang bisa diukur,” ujarnya.

Dengan perawatan itu, Maria terbilang jarang merasakan kulit kering. Ketika keluar kantor kaus kaki dan sarung tangan menjadi salah satu peralatan yang wajib digunakan. (put/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Perlu Perkuat Perencanaan Pemanfaatan Pantai di Kota Probolinggo

Rencana Pemerintah kota probolinggo untuk mendapatkan izin pengelolaan pantai belum bisa segera terlaksana. Pasalnya Proses pengajuan sampai saat ini masih belum selesai.

Dinaikkan di P-APBD, Target PBB-P2 di Kab Pasuruan Sudah Terlampaui

Target penerimaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pasuruan dinaikkan di Perubahan APBD (P-APBD).

BPBD Ajukan Tambah Truk Tangki-Mobil Double Cabin

Armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan saat ini dinilai kurang memadai.

Lanjutan Proyek PLUT-KUMKM Kembali Diusulkan Tahun Depan

Pemkot Pasuruan sejatinya sudah berencana melanjutkan proyek itu menggunakan APBD tahun ini. Namun, batal karena realokasi anggaran untuk Covid-19.

Kurang Sebulan, Proyek Pasar Gondangwetan Baru 45 Persen

Masuk akhir November ini, pengerjaan revitalisasi Pasar Gondangwetan saat ini masih 45 persen.