alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Hutan Jalur Pendakian Welirang Terbakar Lagi, TNI dan Polri Bantu Pemadaman

PRIGEN, Radar BromoKebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lereng Gunung Welirang, baru sepekan padam. Rabu (18/9), kebakaran kembali terjadi di wilayah Tahura R. Soerdjo itu. Kali ini kebakaran terjadi di jalur pendakian menuju Gunung Welirang dan Arjuno.

Titik api diketahui muncul pertama kali Rabu (18/9) pukul 16.00. Tepatnya hutan di Blok Srangkul, Pal, dan Pondokan. Blok ini merupakan jalur pendakian menuju Gunung Welirang dan Arjuno.

“Hutan yang terbakar disepanjang jalur pendakian menuju Welirang dan Arjuno. Tersebar di beberapa titik. Di antaranya di Blok Srangkul, Pal dan Pondokan,” ungkap Junet, staf UPT Tahura R. Soerdjo yang standby di pos izin pendakian Tretes, Prigen.

Menurutnya, lokasi hutan yang terbakar itu tepat di atas Blok Kedung Wajan. Yaitu, blok yang sebelumnya terbakar dan berhasil dipadamkan Minggu (15/9) pagi.

Di lokasi yang terbakar saat ini, medannya terjal dan curam. Berada di ketinggian 1.800-2.000 meter dari permukaan air laut (mdpl). Masuk Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

“Diperkirakan, lahan yang terbakar lebih luas dibandingkan kejadian kebakaran sebelumnya. Dengan vegetasi terbakar berupa semak belukar, alang-alang, dan cemara gunung,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, upaya pemadaman sedang ditempuh. Jalur pendakian pun ditutup sementara. Baik di izin pos pendakian Tretes, Prigen, dan yang lain.

“Luas lahan yang terbakar dan penyebabnya karena apa, belum diketahui. Kami fokus pemadaman dulu,” cetusnya.

Sementara itu, Pengamanan hutan (Pamhut) dan relawan langsung ke lokasi yang terbakar di jalur pendakian Blok Srangkul, Pal, dan Pondokan. Mereka berusaha memadamkan api agar tidak semakin luas.Tidak hanya Pamhut dan relawan. Pemadaman api itu juga dibantu personel TNI dan Polri.

Total ada 35 personel yang naik ke lokasi kebakaran. Terdiri atas Koramil Prigen, Kodim 0819, Polsek Prigen, dan Polres Pasuruan.

“Tim dari TNI–Polri berangkat dalam dua kloter. Pertama Rabu (18/9) malam bersama Pamhut dan relawan dengan jalan kaki. Lalu kloter kedua berangkat Kamis (19/9) pagi dengan naik dua unit jip. Sekaligus membawa kebutuhan logistik makanan dan minuman,” terang Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Burhan Fajari.

KOMPAK: Personel TNI-Polri, menggelar apel di pintu pos perizinan pendakian di Tretes, sebelum berangkat untuk memadamkan api. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, Karhutla yang terjadi di wilayah Tahura R. Soerdjo menjadi atensi TNI dan Polri. Tak hanya pencegahan serta penindakan, tapi juga penanggulangan dengan cara turun ke lapangan untuk memadamkan api.

“Pemadaman kebakaran hutan butuh kerja keras ekstra. Tentunya ini tidak bisa sendirian dilakukan Pamhut. Karena itu, kami dari TNI dan Polri turun ke lapangan membantu pemadaman,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Prigen Iptu Slamet Wahyudi mengatakan, Polsek Prigen dan timsus Karhutla di-back up tim saber dari Polres Pasuruan. Petugas Polres juga melakukan lidik di lapangan.

Apabila mendapati barang bukti yang mencurigakan, pastinya akan diamankan. Termasuk jika menemukan pelaku yang diduga menjadi penyebab kebakaran, akan diproses lebih  lanjut.

“Kerja timsus Karhutla tetap jalan terus, hingga musim hujan turun. Sejauh ini, belum ada pelaku atau oknum yang kami amankan karena diduga sengaja membakar hutan dan lahan,” ungkapnya. (zal/fun)

PRIGEN, Radar BromoKebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Lereng Gunung Welirang, baru sepekan padam. Rabu (18/9), kebakaran kembali terjadi di wilayah Tahura R. Soerdjo itu. Kali ini kebakaran terjadi di jalur pendakian menuju Gunung Welirang dan Arjuno.

Titik api diketahui muncul pertama kali Rabu (18/9) pukul 16.00. Tepatnya hutan di Blok Srangkul, Pal, dan Pondokan. Blok ini merupakan jalur pendakian menuju Gunung Welirang dan Arjuno.

“Hutan yang terbakar disepanjang jalur pendakian menuju Welirang dan Arjuno. Tersebar di beberapa titik. Di antaranya di Blok Srangkul, Pal dan Pondokan,” ungkap Junet, staf UPT Tahura R. Soerdjo yang standby di pos izin pendakian Tretes, Prigen.

Menurutnya, lokasi hutan yang terbakar itu tepat di atas Blok Kedung Wajan. Yaitu, blok yang sebelumnya terbakar dan berhasil dipadamkan Minggu (15/9) pagi.

Di lokasi yang terbakar saat ini, medannya terjal dan curam. Berada di ketinggian 1.800-2.000 meter dari permukaan air laut (mdpl). Masuk Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

“Diperkirakan, lahan yang terbakar lebih luas dibandingkan kejadian kebakaran sebelumnya. Dengan vegetasi terbakar berupa semak belukar, alang-alang, dan cemara gunung,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, upaya pemadaman sedang ditempuh. Jalur pendakian pun ditutup sementara. Baik di izin pos pendakian Tretes, Prigen, dan yang lain.

“Luas lahan yang terbakar dan penyebabnya karena apa, belum diketahui. Kami fokus pemadaman dulu,” cetusnya.

Sementara itu, Pengamanan hutan (Pamhut) dan relawan langsung ke lokasi yang terbakar di jalur pendakian Blok Srangkul, Pal, dan Pondokan. Mereka berusaha memadamkan api agar tidak semakin luas.Tidak hanya Pamhut dan relawan. Pemadaman api itu juga dibantu personel TNI dan Polri.

Total ada 35 personel yang naik ke lokasi kebakaran. Terdiri atas Koramil Prigen, Kodim 0819, Polsek Prigen, dan Polres Pasuruan.

“Tim dari TNI–Polri berangkat dalam dua kloter. Pertama Rabu (18/9) malam bersama Pamhut dan relawan dengan jalan kaki. Lalu kloter kedua berangkat Kamis (19/9) pagi dengan naik dua unit jip. Sekaligus membawa kebutuhan logistik makanan dan minuman,” terang Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Burhan Fajari.

KOMPAK: Personel TNI-Polri, menggelar apel di pintu pos perizinan pendakian di Tretes, sebelum berangkat untuk memadamkan api. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, Karhutla yang terjadi di wilayah Tahura R. Soerdjo menjadi atensi TNI dan Polri. Tak hanya pencegahan serta penindakan, tapi juga penanggulangan dengan cara turun ke lapangan untuk memadamkan api.

“Pemadaman kebakaran hutan butuh kerja keras ekstra. Tentunya ini tidak bisa sendirian dilakukan Pamhut. Karena itu, kami dari TNI dan Polri turun ke lapangan membantu pemadaman,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Prigen Iptu Slamet Wahyudi mengatakan, Polsek Prigen dan timsus Karhutla di-back up tim saber dari Polres Pasuruan. Petugas Polres juga melakukan lidik di lapangan.

Apabila mendapati barang bukti yang mencurigakan, pastinya akan diamankan. Termasuk jika menemukan pelaku yang diduga menjadi penyebab kebakaran, akan diproses lebih  lanjut.

“Kerja timsus Karhutla tetap jalan terus, hingga musim hujan turun. Sejauh ini, belum ada pelaku atau oknum yang kami amankan karena diduga sengaja membakar hutan dan lahan,” ungkapnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/