alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Bekuk Begal Asal Winongan setelah Buron 4 Tahun, 5 Kawannya Masih Diburu

PURWOREJO, Radar Bromo– Terbongkar sudah persembunyian Ubaidillah. Pemuda 23 tahun itu tidak berkutik di hadapan polisi. Ia diringkus Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota setelah diburu selama sekitar empat tahun terakhir.

Pemuda asal Desa Karang Tengah, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, itu dibekuk pada Senin (16/9) malam. Selama ini dia diburu polisi karena diduga sebagai salah pelaku begal. “Pelaku kami amankan di rumahnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Tersangka melakukan kejahatan pada awal Oktober 2015. Dia membegal Andi Anshorullah, 24, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Saat beraksi, Ubaidillah bergerombol dengan lima kawannya.

Aksi kejahatan jalanan itu terjadi sekitar pukul 03.25, ketika korban hendak pulang setelah ngopi bersama temannya. Korban tidak menyadari menjadi incaran komplotan begal. Hingga saat melintasi Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, korban berpapasan dengan Ubaidillah dkk.

Setelah merasa mendapat sasaran, Ubaidillah dan lima pelaku lain berputar arah ke utara. Mereka mengejar dan memepet korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat. Dengan tegas, Ubaidillah dkk meminta korban berhenti di tepi jalan.

PUNYA KAWAN: Ubaidillah (duduk) sesaat setelah dibekuk polisi, Senin (16/9) malam lalu. (Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

Salah seorang pelaku turun dan mengeluarkan sebilah pisau. Dia langsung memukul kepala korban hingga korban makin keder. “Korban saat itu merasa ketakutan lalu pergi meninggalkan motornya. Tersangka dan teman-temannya membawa kabur sepeda motor milik korban,” ujar Slamet.

Usai kejadian, Ubaidillah yang disebut-sebut sebagai eksekutor itu kabur ke luar kota. Namun, setahun terakhir dia pulang. Di rumahnya, tersangka menghabiskan waktu sehari-hari sebagai tukang bata.

Kini, Ubaidillah mendekam di balik sel Mapolres Pasuruan Kota. Ia disangka melanggar pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Polisi masih terus mengembangkan kasusnya. Sebab, masih ada lima pelaku lain yang belum terungkap.

Slamet memastikan, komplotan Ubaidillah akan segera menyusul ke dalam jeruji besi. “Kami sudah mengantongi identitas kelima pelaku lainnya. Yang jelas saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Slamet. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo– Terbongkar sudah persembunyian Ubaidillah. Pemuda 23 tahun itu tidak berkutik di hadapan polisi. Ia diringkus Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota setelah diburu selama sekitar empat tahun terakhir.

Pemuda asal Desa Karang Tengah, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, itu dibekuk pada Senin (16/9) malam. Selama ini dia diburu polisi karena diduga sebagai salah pelaku begal. “Pelaku kami amankan di rumahnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Tersangka melakukan kejahatan pada awal Oktober 2015. Dia membegal Andi Anshorullah, 24, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Saat beraksi, Ubaidillah bergerombol dengan lima kawannya.

Aksi kejahatan jalanan itu terjadi sekitar pukul 03.25, ketika korban hendak pulang setelah ngopi bersama temannya. Korban tidak menyadari menjadi incaran komplotan begal. Hingga saat melintasi Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, korban berpapasan dengan Ubaidillah dkk.

Setelah merasa mendapat sasaran, Ubaidillah dan lima pelaku lain berputar arah ke utara. Mereka mengejar dan memepet korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat. Dengan tegas, Ubaidillah dkk meminta korban berhenti di tepi jalan.

PUNYA KAWAN: Ubaidillah (duduk) sesaat setelah dibekuk polisi, Senin (16/9) malam lalu. (Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

Salah seorang pelaku turun dan mengeluarkan sebilah pisau. Dia langsung memukul kepala korban hingga korban makin keder. “Korban saat itu merasa ketakutan lalu pergi meninggalkan motornya. Tersangka dan teman-temannya membawa kabur sepeda motor milik korban,” ujar Slamet.

Usai kejadian, Ubaidillah yang disebut-sebut sebagai eksekutor itu kabur ke luar kota. Namun, setahun terakhir dia pulang. Di rumahnya, tersangka menghabiskan waktu sehari-hari sebagai tukang bata.

Kini, Ubaidillah mendekam di balik sel Mapolres Pasuruan Kota. Ia disangka melanggar pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Polisi masih terus mengembangkan kasusnya. Sebab, masih ada lima pelaku lain yang belum terungkap.

Slamet memastikan, komplotan Ubaidillah akan segera menyusul ke dalam jeruji besi. “Kami sudah mengantongi identitas kelima pelaku lainnya. Yang jelas saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Slamet. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/