Putuskan Rehab Kios yang Terbakar, Tapi Tunggu Hasil Labfor Turun

SUKOREJO, Radar Bromo – Gerak cepat dilakukan Disperindag Kabupaten Pasuruan, pasca terbakarnya 27 kios di Pasar Sukorejo pada Selasa (14/7) lalu. Setelah disurvei tim teknis dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (16/7) lalu, Disperindag memutuskan bakal merehab kios yang terbakar. Bukan merevitalisasinya.

Hal ini disampaikan Plt kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko. “Hasil kajian tim teknis, kios yang terbakar akan direhab. Tidak dibangun baru dengan revitalisasi,” ucap saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo Minggu (19/7) via telepon.

Adapun untuk pembiayaannya, ia sebutkan dari APBD dialokasikan dari anggaran pemeliharaan pasar daerah. Nilainya sekitar Rp 200 juta.

“Ini dilakukan sesuai dengan permintaan para pedagang, yang berharap kiosnya yang terbakar cukup direhab tanpa harus direvitalisasi,” tuturnya.

Disinggung untuk rencana realisasi pekerjaan fisik rehab kiosnya, pihaknya menunggu hasil dari Labfor Polda Jatim turun. Apalagi saat ini police line di lokasi kebakaran, belum dilepas pihak kepolisian.

“Sambil menunggu hasil labfornya turun dan dibukanya police line. Gambar dan RAB-nya sedang dikerjakan oleh tim teknis, kini sedang dalam proses,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 27 kios di pasar Sukorejo, terbakar Selasa (14/7) silam. Usai insiden itu, Disperindag sempat punya 2 opsi. Pertama, bakal merehabnya. Opsi kedua adalah merevitalisasinya, namun anggarannya besar. (zal/fun)