alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Rentan Konflik, Minta Masa Kampanye Diperpendek, Sepakatkah Anda?

MAYANGAN – Forum Group Discussion (FGD) yang digelar KPU Kabupaten Probolinggo Kamis (18/7) lalu, juga memunculkan banyak masukan untuk pemilu 2019. Salah satunya adalah memperpendek masa kampanye pemilu.

Usulan ini diungkapkan Ugas Irwanto, kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo. Menurutnya masa kampanye yang terlalu panjang rentan menimbulkan konflik. “Masa kampanye terlalu lama sekitar 6 bulan. Mungkin bisa diperpendek masa kampanye,” ujarnya.

Mantan Camat Sumberasih ini mengkhawatirkan, kampanye panjang bisa menimbulkan konflik di masyarakat dengan. Apalagi dengan persebaran hoax di media sosial. “Hal ini demi menjaga kondusifitas di daerah. Mungkin bisa diperpendek dari 6 bulan jadi sekitar 3-4 bulan saja,” usulnya.

Sementara itu Lukman Hakim, Ketua KPU Kabupaten probolinggo mengungkapkan mengenai usulan tersebut bisa masuk untuk menjadi catatan bagi pelaksanaan Pemilu berikutnya. “Bagi Kami sendiri menjalankan apa yang sudah diamanahkan dalam UU tentnag pelaksaan Pemilu. Jika masa kampanye 6 bulan maka itu yang dijalankan,” jelasnya.

Lukman menjelaskan bahwa masa kampanye 6 bulan ini sebenarnya masukan dari partai politik setelah melihat pemilu sebelumnya. Dimana sebelumnya, masa kampanye pemilu dinilai terlalu pendek.

Sementara itu Gogot Cahyo baskoro, Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dari KPU provinsi Jawa Timur mengungkapkan, masukan mengenai diperpendeknya masa kampanye akan menjadi catatan KPU Provinsi Jatim. Untuk kemudian akan disampaikan ke KPU RI.

“Tapi pakah dari daerah lain ada masukan seperti ini (memperpendek masa kampanye), kami masih belum tahu. Mengingat baru KPU Kabupaten Probolinggo yang melakukan evaluasi fasilitasi kampanye pemilu,” ujarnya. “Tapi masukan ini akan jadi catatan KPU jatim untuk disampaikan ke KPU RI,” tambahnya. (put/fun)

MAYANGAN – Forum Group Discussion (FGD) yang digelar KPU Kabupaten Probolinggo Kamis (18/7) lalu, juga memunculkan banyak masukan untuk pemilu 2019. Salah satunya adalah memperpendek masa kampanye pemilu.

Usulan ini diungkapkan Ugas Irwanto, kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo. Menurutnya masa kampanye yang terlalu panjang rentan menimbulkan konflik. “Masa kampanye terlalu lama sekitar 6 bulan. Mungkin bisa diperpendek masa kampanye,” ujarnya.

Mantan Camat Sumberasih ini mengkhawatirkan, kampanye panjang bisa menimbulkan konflik di masyarakat dengan. Apalagi dengan persebaran hoax di media sosial. “Hal ini demi menjaga kondusifitas di daerah. Mungkin bisa diperpendek dari 6 bulan jadi sekitar 3-4 bulan saja,” usulnya.

Sementara itu Lukman Hakim, Ketua KPU Kabupaten probolinggo mengungkapkan mengenai usulan tersebut bisa masuk untuk menjadi catatan bagi pelaksanaan Pemilu berikutnya. “Bagi Kami sendiri menjalankan apa yang sudah diamanahkan dalam UU tentnag pelaksaan Pemilu. Jika masa kampanye 6 bulan maka itu yang dijalankan,” jelasnya.

Lukman menjelaskan bahwa masa kampanye 6 bulan ini sebenarnya masukan dari partai politik setelah melihat pemilu sebelumnya. Dimana sebelumnya, masa kampanye pemilu dinilai terlalu pendek.

Sementara itu Gogot Cahyo baskoro, Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dari KPU provinsi Jawa Timur mengungkapkan, masukan mengenai diperpendeknya masa kampanye akan menjadi catatan KPU Provinsi Jatim. Untuk kemudian akan disampaikan ke KPU RI.

“Tapi pakah dari daerah lain ada masukan seperti ini (memperpendek masa kampanye), kami masih belum tahu. Mengingat baru KPU Kabupaten Probolinggo yang melakukan evaluasi fasilitasi kampanye pemilu,” ujarnya. “Tapi masukan ini akan jadi catatan KPU jatim untuk disampaikan ke KPU RI,” tambahnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/