alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Nama Dicatut Minta Duit Perizinan, Begini Reaksi Wali Kota Probolinggo

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin merespons pers rilis yang digelar manajemen tempat karaoke 888. Ia menegaskan, tindakan yang dilakukan pengelola tempat karaoke 888 adalah keliru.

Wali Kota pun mengaku kecewa dengan sikap pengelola 888 yang tidak melaporkan kejadian dugaan penipuan yang mencatut nama Wali Kota tersebut pada polisi. Namun, malah menggelar pers rilis.

“Harusnya dia melaporkan dulu, baru melakukan jumpa pers. Kalau tidak, bisa jadi ini malah ada unsur kesengajaan. Serta, salah satu upaya untuk memperkeruh suasana. Belum melaporkan tapi malah menyampaikan ke publik. Seolah memutarbalikkan fakta,” tegas Hadi.

Wali Kota Hadi pun menegaskan, akan menunggu tindakan dari pengelola 888. Jika tidak melapor pada polisi, maka pihaknya yang akan melaporkan 888.

Disinggung mengenai tiga surat yang dikirim oleh pengelola tempat karaoke 888, Wali Kota mengaku baru menerima satu surat. Yaitu, tanggal 17 Juli. Sementara lainnya salah tujuan, sehingga dikembalikan.

Wali Kota Hadi juga memastikan, tidak ada ajudan wali kota yang bernama Doni. Juga tidak ada orang dengan wajah seperti di profil WhatsApp milik orang yang mengaku bernama Doni.

Wali Kota bahkan langsung memanggil semua ajudannya dan memperlihatkan kepada sejumlah awak media. “Ini semua ajudan saya. Sama sekali tidak ada yang wajahnya seperti di profil WhatsApp orang itu,” jelasnya. (rpd/hn)

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin merespons pers rilis yang digelar manajemen tempat karaoke 888. Ia menegaskan, tindakan yang dilakukan pengelola tempat karaoke 888 adalah keliru.

Wali Kota pun mengaku kecewa dengan sikap pengelola 888 yang tidak melaporkan kejadian dugaan penipuan yang mencatut nama Wali Kota tersebut pada polisi. Namun, malah menggelar pers rilis.

“Harusnya dia melaporkan dulu, baru melakukan jumpa pers. Kalau tidak, bisa jadi ini malah ada unsur kesengajaan. Serta, salah satu upaya untuk memperkeruh suasana. Belum melaporkan tapi malah menyampaikan ke publik. Seolah memutarbalikkan fakta,” tegas Hadi.

Wali Kota Hadi pun menegaskan, akan menunggu tindakan dari pengelola 888. Jika tidak melapor pada polisi, maka pihaknya yang akan melaporkan 888.

Disinggung mengenai tiga surat yang dikirim oleh pengelola tempat karaoke 888, Wali Kota mengaku baru menerima satu surat. Yaitu, tanggal 17 Juli. Sementara lainnya salah tujuan, sehingga dikembalikan.

Wali Kota Hadi juga memastikan, tidak ada ajudan wali kota yang bernama Doni. Juga tidak ada orang dengan wajah seperti di profil WhatsApp milik orang yang mengaku bernama Doni.

Wali Kota bahkan langsung memanggil semua ajudannya dan memperlihatkan kepada sejumlah awak media. “Ini semua ajudan saya. Sama sekali tidak ada yang wajahnya seperti di profil WhatsApp orang itu,” jelasnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/