alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Mutasi 38 Eselon III-IV, Bupati Probolinggo: Kalau Kinerjanya Buruk, Berarti Saya Salah Pilih Orang

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo kembali menggelar mutasi pejabat eselon III dan IV. Kemarin, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari me-rolling 15 pejabat eselon III dan 23 pejabat eselon IV di Pendapa Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Mutasi jabatan di tengah pandemi Covid-19 tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai mengenakan masker sampai physical distancing. Tempat duduk antarpeserta berjarak kurang lebih 2 meter.

Pejabat eselon III yang terkena mutasi mulai dari Heri Mulyadi, kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, dipindah jabat menjadi kabag Umum. Penggantinya adalah Hari Kiswanto yang sebelumnya jabat sebagai camat Dringu.

Selain itu, ada Siti Mu’alimah dimutasi menjadi camat Dringu; Saleh sebagai sekretaris Dinas Perikanan; Moch. Natsir sebagai sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro; Suatmadi sebagai sekretaris Dinas PUPR; Imam Syafi’i sebagai camat Banyuanyar; Syamsul Arifin sebagai kabid Penempatan Tenaga Kerja Ketransmigrasian dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja.

JAGA JARAK: Suasana pelantikan pejabat di mutasian yang digelar di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Jumat (19/6) pagi. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada pula Saiful Anwar sebagai sekretaris Kecamatan Tongas; Fakhrurrozi sebagai kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan; Rina Damayanti sebagai sekretaris Kecamatan Sumberasih; dan Hudan Kurniawan sebagai sekretaris Kecamatan Bantaran.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari menegaskan, wajib kiranya bagi semua pejabat siapapun itu dan level manapun, hatinya harus tertambat pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Probolinggo. “Sebuah pergeseran mutasi dan rotasi adalah tentu menjadi hal yang tumbuh di pemerintah daerah manapun. Tentu yang harus menjadi perhatian dan pegangan bagi semuanya hari ini tidak hanya yang dimutasi. Prinsipnya adalah harus ada perbaikan dan harus ada peningkatan perbaikan,” katanya.

Bupati dua periode itu menambahkan, jika pejabat sebelumnya telah melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, maka penerusnya dan penggantinya berkewajiban untuk mempertahankan dan menaikkan prestasi itu. “Rugi kiranya masyarakat jika kemudian pergantian pejabat sama saja dengan pejabat yang sebelumnya. Prestasinya dan kinerjanya turun atau semakin buruk. Jika ini terjadi, berarti Bupati salah memilih orang yang ditetapkan pada jabatan tersebut,” tekannya. (mas/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo kembali menggelar mutasi pejabat eselon III dan IV. Kemarin, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari me-rolling 15 pejabat eselon III dan 23 pejabat eselon IV di Pendapa Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Mutasi jabatan di tengah pandemi Covid-19 tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai mengenakan masker sampai physical distancing. Tempat duduk antarpeserta berjarak kurang lebih 2 meter.

Pejabat eselon III yang terkena mutasi mulai dari Heri Mulyadi, kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, dipindah jabat menjadi kabag Umum. Penggantinya adalah Hari Kiswanto yang sebelumnya jabat sebagai camat Dringu.

Selain itu, ada Siti Mu’alimah dimutasi menjadi camat Dringu; Saleh sebagai sekretaris Dinas Perikanan; Moch. Natsir sebagai sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro; Suatmadi sebagai sekretaris Dinas PUPR; Imam Syafi’i sebagai camat Banyuanyar; Syamsul Arifin sebagai kabid Penempatan Tenaga Kerja Ketransmigrasian dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja.

JAGA JARAK: Suasana pelantikan pejabat di mutasian yang digelar di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Jumat (19/6) pagi. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Ada pula Saiful Anwar sebagai sekretaris Kecamatan Tongas; Fakhrurrozi sebagai kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan; Rina Damayanti sebagai sekretaris Kecamatan Sumberasih; dan Hudan Kurniawan sebagai sekretaris Kecamatan Bantaran.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari menegaskan, wajib kiranya bagi semua pejabat siapapun itu dan level manapun, hatinya harus tertambat pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Probolinggo. “Sebuah pergeseran mutasi dan rotasi adalah tentu menjadi hal yang tumbuh di pemerintah daerah manapun. Tentu yang harus menjadi perhatian dan pegangan bagi semuanya hari ini tidak hanya yang dimutasi. Prinsipnya adalah harus ada perbaikan dan harus ada peningkatan perbaikan,” katanya.

Bupati dua periode itu menambahkan, jika pejabat sebelumnya telah melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, maka penerusnya dan penggantinya berkewajiban untuk mempertahankan dan menaikkan prestasi itu. “Rugi kiranya masyarakat jika kemudian pergantian pejabat sama saja dengan pejabat yang sebelumnya. Prestasinya dan kinerjanya turun atau semakin buruk. Jika ini terjadi, berarti Bupati salah memilih orang yang ditetapkan pada jabatan tersebut,” tekannya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/