alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

3 Komplotan Begal asal Plososari Lama Diburu Polisi, Dikenal Raja Tega

PANGGUNGREJO-Tiga pelaku komplotan begal asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan yang dibekuk polisi disebutkan bukanlah orang baru dalam kasus perampasan motor. Mereka sudah lama jadi target operasi (TO) Polres Pasuruan Kota.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengungkapkan, ketiga pelaku yang ditembak lantaran berupaya melawan saat mau ditangkap itu, kerap melancarkan aksi begal di wilayah Kota Pasuruan. Bahkan, para pelaku tidak segan berbuat sadis terhadap korban dengan melemparkan bondet.

“Sudah lama juga kami cari. Setelah teridentifikasi, akhirnya kami ikuti terus pergerakan mereka. Puncaknya ya kemaarin malam itu, mereka berangkat untuk mencari sasaran begal di wilayah Kota Pasuruan dan kami lakukan upaya paksa penangkapan,” tandasnya.

Di samping itu, polisi juga telah mengorek keterangan masing-masing pelaku. Para pelaku itu mengaku motor hasil kejahatan jalanan yang didapat, sebagian masih berada di Grati. Karena itu, polisi bergerak menggerebek sejumlah tempat, Minggu (19/5) pagi.

“Kami lakukan penggerebakan di beberapa rumah pelaku dan penadah juga. Hanya ditemukan satu motor Kawasaki Ninja. Itu dibeli salah satu pelaku dari hasil penjualan motor yang dibegal,” ungkap dia.

Eks Kapolsek Wonorejo itu juga menegaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus itu. Meski belum menyebut angka pasti, Slamet meyakini komplotan pelaku begal itu telah beraksi puluhan kali di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Termasuk juga di luar wilayah hukum kami seperti wilayah Polres Pasuruan dan Sidoarjo. Tentunya, semua ini masih dalam pendalaman dan informasi masih bisa berkembang,” tandasnya. (tom/rf/mie)

PANGGUNGREJO-Tiga pelaku komplotan begal asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan yang dibekuk polisi disebutkan bukanlah orang baru dalam kasus perampasan motor. Mereka sudah lama jadi target operasi (TO) Polres Pasuruan Kota.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengungkapkan, ketiga pelaku yang ditembak lantaran berupaya melawan saat mau ditangkap itu, kerap melancarkan aksi begal di wilayah Kota Pasuruan. Bahkan, para pelaku tidak segan berbuat sadis terhadap korban dengan melemparkan bondet.

“Sudah lama juga kami cari. Setelah teridentifikasi, akhirnya kami ikuti terus pergerakan mereka. Puncaknya ya kemaarin malam itu, mereka berangkat untuk mencari sasaran begal di wilayah Kota Pasuruan dan kami lakukan upaya paksa penangkapan,” tandasnya.

Di samping itu, polisi juga telah mengorek keterangan masing-masing pelaku. Para pelaku itu mengaku motor hasil kejahatan jalanan yang didapat, sebagian masih berada di Grati. Karena itu, polisi bergerak menggerebek sejumlah tempat, Minggu (19/5) pagi.

“Kami lakukan penggerebakan di beberapa rumah pelaku dan penadah juga. Hanya ditemukan satu motor Kawasaki Ninja. Itu dibeli salah satu pelaku dari hasil penjualan motor yang dibegal,” ungkap dia.

Eks Kapolsek Wonorejo itu juga menegaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus itu. Meski belum menyebut angka pasti, Slamet meyakini komplotan pelaku begal itu telah beraksi puluhan kali di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Termasuk juga di luar wilayah hukum kami seperti wilayah Polres Pasuruan dan Sidoarjo. Tentunya, semua ini masih dalam pendalaman dan informasi masih bisa berkembang,” tandasnya. (tom/rf/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/