Pelaku Penistaan Agama asal Sumberasih Akhirnya Diamankan Polisi, Dijerat UU ITE

BERURUSAN DENGAN HUKUM: Indriyanto (baju tahanan) saat dirilis di Mapolres Probolinggo, Kamis (19/3). Dia diamankan lantaran dinilai telah menistakan agama. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Hari-hari Indriyanto, 42, kini harus dilewati di sel Mapolres Probolinggo. Pria asal Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, itu diamankan Satreskrim Polres setempat, usai dilaporkan oleh warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pelaku diamankan di rumahnya, kemarin. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke mapolres untuk dimintai keterangan.

UU ITE: Polisi menjeratnya dengan UU ITE yang ancaman hukumannya enam tahun penjara. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pelaku diamankan karena melakukan penistaan agama. Caranya, pelaku mengirimkan sebuah gambar yang bermuatan isu SARA di grup WhatsApp (WA) Bujuk Sengkap.

“Kami mendapatkan laporan dari warga bahwa ada orang yang melakukan pengiriman foto bermuatan isu SARA. Kemudian kami tidak lanjuti dan berhasil melakukan penangkapan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ferdy itu menjelaskan, pelaku diduga dengan sengaja mendistribusikan gambar tersebut ke grup (WA). Karena itu, pelaku diamankan. “Ia sengaja mendistribusikan. Karena itu, ia dilaporkan oleh warga yang tidak terima atas apa yang dilakukannya itu,” terangnya.

Indriyanto dikenakan pasal 45a ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19/2016 tetang Perubahan Atas UU RI 11/2008 tentang ITE. Dalam pasal itu mengatur setiap orang dengan tanpa hak mendistribusikan, atau mentrasmisikan serta membuat diaksesnya dokumen elektronik yang memiliki muatan penistaan agama. “Ancaman hukumannya yaitu 6 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin menjelaskan, apa yang dilakukan pelaku memang memenuhi unsur penistaan agama. Hal itu, telah dirapatkan di internal MUI kabupaten setempat.

“Itu sudah menistakan agama. Karena itu kami berharap dia (Indriyanto, Red) diadili. Sebab, itu untuk pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan penodaan terhadap agama manapun,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengucapan terima kasih atas atensi yang diberikan polres. Respons cepat dan konkret polisi dalam menangani kasus yang sangat sensitif terhadap emosi umat.

“Kami ucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan pihak kepolisian. Apalagi, ini masalah menghina simbol agama Islam yang sangat dihormati. Semoga menjadi pelajaran bagi yang lain agar jangan sembarangan mem-posting hal yang negatif,” terangnya. (sid/fun)