Tunda Reakreditasi Sejumlah Puskesmas, Padahal Ada 10 Puskesmas Yang Habis Masa Akreditasinya

BANGIL, Radar Bromo – Akreditasi sejumlah puskesmas di Kabupaten Pasuruan bakal berakhir tahun ini. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan memilih menunda perpanjangan akreditasi atau reakreditasi.

“Kami masih menunggu kebijakan pemerintah terkait akreditasi tersebut,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Pasuruan Ugik Setyo Darmoko.

Ugik mengatakan, ada wacana Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk menghapuskan akreditasi. Hal inilah yang membuat pihaknya memilih menunda proses reakreditasi sejumlah puskesmas. Kini pihaknya masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat.

Setidaknya, kata Ugik, ada 10 puskesmas yang tahun ini akan habis masa akreditasinya. Sepuluh puskesmas itu semula direncanakan melakukan reakreditasi tahun ini. Di antaranya, Puskesmas Kejayan, Puskesmas Prigen, dan sejumlah puskesmas lainnya.

“Dari 33 puskesmas, ada sekitar 10 puskesmas yang harusnya reakreditasi. Tapi, kami belum bisa laksanakan karena menunggu petunjuk (Pemerintah) Pusat,” ujarnya.

Ugik memastikan, anggaran untuk proses reakreditasi sudah disiapkan. Pemkab Pasuruan mengalokasikan Rp 1,7 miliar. Dana itu untuk berbagai kebutuhan dalam menunjang proses akreditasi. “Tapi, karena kami pending dulu, sehingga anggarannya belum bisa kami serap saat ini,” ujarnya. (one/rud/fun)