Program PTSL di Kab Probolinggo Tahun Ini Capai 45.000 Bidang, Masing-masing di Kecamatan Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Probolinggo tahun ini mencakup 45.000 bidang. Jumlah tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan pembagian bidang yang berbeda-beda.

Tujuh kecamatan itu meliputi, 16.850 bidang pada 7 desa di Kecamatan Maron; 2.100 bidang pada 1 desa di Kecamatan Kraksaan; 9.200 bidang pada 4 desa di Kecamatan Tegalsiwalan; 10.400 bidang pada 6 desa di Kecamatan Sukapura; 2.150 bidang pada 1 desa di Kecamatan Pakuniran; 2.200 bidang pada 1 desa di Kecamatan Besuk; dan 2.100 bidang pada 1 desa di Kecamatan Paiton.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, dengan program PTSL ini, peserta berkewajiban membuat dan menyampaikan kepada petugas BPN dokumen-dokumen bukti kepemilikan tanah. Contohnya, surat pernyataan penguasaan fisik tanah, berita acara kesaksian, akta jual-beli, dan bukti-bukti lain yang dipandang perlu.

“Selain itu, juga membuat dan memasang tanda batas kepemilikan tanah. Dimana pemasangan tanda batas tersebut wajib mendapatkan persetujuan dari pihak pemilik tanah yang berbatasan. Serta, dituangkan dalam berita acara persetujuan pemasangan tanda batas untuk memenuhi azas contradictoire delimitatie. Di samping hadir dan menghadirkan saksi dan pemilik tanah yang berbatasan, saat pelaksanaan kegiatan pengukuran dan pemeriksaan tanah,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Edy itu juga menjelaskan, peserta juga mendapatkan hak dibebaskan dari biaya penyuluhan, pengukuran, dan pemetaan kadastral, pengumpulan data yuridis dan juga pemeriksaan tanah serta pendaftaran hak atau penerbitan sertifikat.

“Segala biaya yang timbul akibat dari penyediaan atau penyiapan alat bukti perolehan kepemilikan tanah (alat bukti/alas hak), surat- surat lain yang diperlukan, patok batas, materai serta BPHTB dan PPh bagi peserta yang terkena ketentuan BPHTB dan PPh, menjadi beban peserta PTSL sesuai Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2017 tanggal 25 April 2017,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor BPN Kabupaten Probolinggo Martono mengatakan, program PTSL ini merupakan amanat dari Presiden Republik Indonesia untuk pensertifikatan gratis terhadap kepemilikan tanah masyarakat dan aset pemerintah.

”Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Probolinggo mendapatkan jatah target sebanyak 42.000 sertifikat dan 45.000 bidang ukur yang tersebar di 21 desa dan 7 kecamatan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Melalui program PTSL ini, Martono mengharapkan kepala desa untuk mendaftarkan Tanah Kas Desa (TKD) agar dimasukkan dalam program PTSL. Termasuk juga TKD desa lain yang berada di wilayah desa yang termasuk dalam wilayah desa penerima program PTSL.

“Diharapkan kepala desa yang mendapatkan program PTSL untuk berhati-hati dalam pelaksanaan program ini. Karena berkaca dari program sebelumnya di desa lain, banyak menyisakan masalah. Kepada camat dan kepala desa diharapkan yang mendapatkan program PTSL untuk mendukung penuh dan ikut menyukseskan program strategis nasional tentang serifikasi tanah ini,” harapnya. (sid/fun)