Knalpot Brong Picu Tawuran di Alun-alun Kraksaan, Empat Orang Diamankan, Satu Terluka Kena Bacok

KRAKSAAN, Radar Bromo – Agenda Satpol PP Kabupaten Probolinggo untuk menggelar razia di Sabtu (18/1) malam, menemui kendala. Penyebabnya, saat hendak menggelar razia di sejumlah titik, Satpol PP justru menemukan aksi tawuran sejumlah remaja di sekitar Alun-alun Kraksaan. Empat orang berhasil diamankan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tawuran antarremaja itu terjadi sekitar pukul 23.30. Tawuran melibatkan dua kelompok remaja yang sedang menikmati malam minggu di area Alun-alun Kraksaan.

Harianto, kepala bidang (kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian itu saat hendak melakukan razia di beberapa titik rawan. “Saat baru keluar dari kantor, ternyata di sebelah timur kantor atau depan Islamic Center Kraksaan sudah ada tawuran antarremaja,” ujarnya, Minggu, (19/1).

Melihat ada kejadian tawuran di sebelah timur kantornya, personel Satpol PP langsung melerainya. “Saat melerai, kami mendapatkan satu anak mengalami luka bacok di bagian telapak tangan bagian kirinya. Sehingga, langsung dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

DIPANGGIL: Selain melakukan pembinaan dan pemberian sanksi, Satpol PP juga memanggil orang tua yang anaknya terlibat tawuran, Sabtu (18/1) malam. (Foto: Satpol PP for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Sebelum membawa korban ke rumah sakit, Satpol PP melakukan pengejaran terhadap pelaku yang membawa senjata tajam. Namun, Satpol PP kalah cepat karena pelaku berhasil lolos. “Ada sekitar 20 orang yang terlibat tawuran. Saat itu kami sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang membawa celurit. Namun, kami kalah cepat,” ujar Heri, sapaam akrabnya.

Heri menjelaskan, tawuran itu dipicu oleh datangnya beberapa remaja menggunakan kendaraan bermotor berknalpot brong. “Keempat orang yang kami amankan, berada di depan Islamic Center. Setelah ada remaja lain yang menggunakan motor berknalpot brong dan mengegas kendaraanya itulah, salah satu dari 4 remaja ini mengurak. Sehingga, beberapa remaja yang mengendarai motor itu menyerang,” ujarnya.

Saat itu pihak satpolPP langsung mengamankan 4 remaja korban tawuran. Langkah itu diambil agar tawuran tidak kembali terjadi. Selain itu, Heri mengungkap keempat anak itu dalam kondisi mabuk.

“Semua anak yang kami amankan itu berasal dari Kecamatan Gading. Untuk korban yang mengalami luka itu bernama Reno dari Desa Gading Wetan. Mereka dalam kondisi mabuk sehingga kami melakukan pemanggilan orang tua dan pembinaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolsek Kraksaan AKP Sujianto mengatakan, saat terjadi tawuran pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Namun, untuk korban yang mengalami luka, pihaknya masih belum mendapatkan laporan.

“Atas kejadian itu, pihak kami langsung mengamankan TKP agar tidak berlanjut. Selain itu, kami bersama pihak terkait juga akan melakukan ekstra pengamanan di sekitar alun-alun, nanti akan dimulai minggu depan,” ujarnya. (mg1/fun)