18 Kelurahan di Kota Probolinggo Bakal Dapat Bantuan Ambulans

MAYANGAN, Radar Bromo – Bulan ini, 18 kelurahan yang ada di Kota Probolinggo akan mendapat bantuan ambulans. Tiap kelurahan mendapat bantuan satu unit ambulans.

Saat ini 18 ambulans itu sudah datang. Namun, masih disimpan di gudang farmasi Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, bantuan ambulans itu diberikan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di Kota Probolinggo. Khususnya di tiap kelurahan.

Dijelaskan Habib Hadi –panggilannya-, sebenarnya Pemkot Probolinggo mengajukan pengadaan 29 ambulans melalui P-APBD 2019 Kota Probolinggo. Jumlah itu diajukan sesuai jumlah kelurahan yang ada di kota.

Namun, DPRD Kota Probolinggo hanya menyetujui 18 unit saja. Karena itu, sisanya 11 unit akan dianggarkan pada tahun 2020.

“Kenapa hanya dianggarkan 18? Silakan ditanyakan ke DPRD dan diminta bersama-sama kurangnya 11 unit itu pada tahun ini (2020),” tandas Habib Hadi, Minggu (19/1) di acara Pesta Rakyat Kedungasem.

Namun, belum jelas kelurahan mana saja yang akan mendapat bantuan ambulans itu saat ini. “Jadi, nantinya akan ada 18 kelurahan yang mendapat bantuan ambulans itu. Delapan belas kelurahan itu sudah kami data. Yang belum mendapatkan bantuan, menunggu selanjutnya,” tandasnya.

Habid Hadi berharap, bantuan ambulans tersebut dapat menunjang fasilitas kesehatan masyarakat. Sehingga, jika ada warga yang sakit, langsung dapat segera ditangani.

“Kalau ada ambulans di tiap kelurahan, maka akan mempermudah penanganan yang sedang sakit. Jadi, ambulans ini khusus untuk orang sakit. Tidak boleh dipinjam untuk lamaran,” canda Wali Kota Hadi.

Sebagai informasi, pada P-APBD 2019 Pemkot Probolinggo mengajukan pengadaan ambulans untuk tiap kelurahan yang ada di kota. Total, yang diajukan mencapai 29 kelurahan dengan anggaran Rp 7 miliar.

Namun, Banggar DPRD Kota Probolinggo pada rapat bersama eksekutif, 20 Agustus 2019 hanya menyetujui pengadaan 18 unit ambulans. Sementara 11 unit ambulans sisanya akan dianggarkan pada P-APBD 2020.

Namun, anggaran yang disetujui sesuai pengajuan oleh eksekutif. Yaitu, sebesar Rp 7 miliar.

Anggaran Rp 7 miliar itu untuk membeli mobil serta penyediaan infrastruktur ambulans. Seperti pengadaan garasi ambulans di kelurahan, pelatihan tenaga sopir khusus ambulans, penyediaan sopir, dan pelatihan tenaga perawat dan medis untuk 2 sif, penyediaan sarana komunikasi untuk panggilan darurat seperti handy talky (HT) dan alat komunikasi lain. (rpd/hn)