alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Putri Indonesia Ajak Anak Muda Jangan Malu Kenakan Batik

KANIGARAN, Radar Bromo – Sebagai warisan budaya Indonesia, batik memiliki tempat yang spesial bagi rakyat Indonesia. Setiap daerah kini juga harus punya kerajinan ini. Paling penting, batik bisa menjadi identitas Indonesia.

Itulah pesan Sonia Fergina Citra, Putri Indonesia 2018 saat menjadi bintang tamu Festival Batik 2019 di Kota Probolinggo. Wanita 26 tahun itu bahkan ikut menjadi model saat fashion show di Festival Batik. Dia memakai batik buatan perajin Probolinggo.

“Kepada anak-anak muda Kota Probolinggo, jangan malu untuk menggunakan batik. Batik adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujar Sonia yang tampak mendukung pelaksanaan Festival Batik.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri. Dia bahkan menyarankan agar pelaksanaan Festival Batik diperpanjang. Tidak hanya dilakukan 1 hari, namun bisa diperpanjang sampai 3 hari.

Hal ini diungkapkan dalam sambutannya saat menutup Festival Batik 2019. Menurutnya, batik Kota Probolinggo harus terus digali. “Saya mengapresiasi menggali budaya batik di Kota Probolinggo. Diharapkan tidak hanya menjadi ajang festival, namun juga menjadi ajang wisata Kota Probolinggo,”  ujarnya.

Para pemenang Festival Batik, foto bersama Wawali Probolinggo Moc Soufis Subri (tengah). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Menurut dia, organisasi perangkat daerah terkait harus bersinergi lintas sektoral agar dikemas sedemikan rupa jika ingin menjadi ajang wisata Kota Probolinggo.

Subri mengungkapkan bahwa kualitas batik Kota Probolinggo semakin meningkat. Perlu ada apresiasi kepada orang-orang yang memiliki dedikasi untuk mengembangkan batik Kota Probolinggo.

“Batik diharapkan bisa menjadi style anak-anak muda juga cinta batik kota Probolinggo. Dengan batik, kita bisa melihat karakter seseorang. Batik itu memiliki filosofi, tidak hanya sekadar coretan-coretan,” ujarnya.

Ada sedikit anomali, bangsa luar bangga dengan batik. “Kita malu dengan batik. Kami berharap pelaku batik terus bersinergi dengan Pemkot Probolinggo. Termasuk kunjungan ke berbagai daerah untuk memperkenalkan batik kuno Kota Probolinggo,” ujarnya.

Sementara itu, Tutang Heru Aribowo, kepala Disbudpar Kota Probolinggo dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Festival Batik 2019 ini bertujuan untuk mempromosikan batik kuno Probolinggo.  “Selain itu, juga melestarikan batik kuno yang merupakan warisan leluhur. Dengan sasaran kegiatan ini, antara lain komunitas batik, desainer, pelajar SMP/SMA, serta agen model,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Batik 2019 antara lain pameran batik IKM Kota Probolinggo, edukasi batik, lomba desain busana pesta muslimah, Lomba Foto On The Spot Fashion Show Batik dan lomba Fashion Show Batik.

Dalam malam puncak Festival Batik 2019 juga diumumkan pemenang berbagai lomba dalam Festival Batik 2019. Salah satunya adalah lomba desain busana pesta muslimah batik.

Juara pertama lomba desain busana pesta muslimah batik dipilih Sonia Fergina Citra. Setelah memilih juara favorit serta juara 2 dan 3, Sonia berjalan mengitar 7 finalis yang masuk 10 besar desain busana pesta muslimah terbaik.

Saat itulah Sonia memilih peserta nomor 11. Dia adalah Tiara Rizky Putri Laduwi, peserta yang mengangkat busana bertema Romantic Borgeuis. Dengan aplikasi batik Probolinggo, Organza dan Maxmara, Tiara berhasil menarik perhatian juri untuk menciptakan busana pesta yang glamor, namun tetap elegan. Adapun juara kedua adalah Slamet Riady dan juara ketiga ialah Muchlis Anshori. Selain itu, ada juara favorit yang diraih Lina Mardiana.

Selain itu, juga diumumkan nama-nama pemenang lomba Foto On The Spot Fashion Show Batik antara lain Juara 1 diraih oleh Christian Emanuel dari SMAK Mater Dei, Juara 2 Chaesaraffa Jibriel, dan Juara 3 Sherly Amalia Andini dari MAN 2. Hadiah diserahkan oleh Asisten Pembangunan Gogol Sudjarwo.

Sedangkan untuk lomba Fashin Show Batik diraih oleh Izatul Karimah dari SMKN 3 untuk juara 1, Bintang Kirana Valentina dari SMPN 1 sebagai juara 2, dan Nadha Afiah dari SMPN 1 untuk juara 3. Hadiah diserahkan oleh Achmad Sudianto, Asisten Perekonomian Pembangunan. (put/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Sebagai warisan budaya Indonesia, batik memiliki tempat yang spesial bagi rakyat Indonesia. Setiap daerah kini juga harus punya kerajinan ini. Paling penting, batik bisa menjadi identitas Indonesia.

Itulah pesan Sonia Fergina Citra, Putri Indonesia 2018 saat menjadi bintang tamu Festival Batik 2019 di Kota Probolinggo. Wanita 26 tahun itu bahkan ikut menjadi model saat fashion show di Festival Batik. Dia memakai batik buatan perajin Probolinggo.

“Kepada anak-anak muda Kota Probolinggo, jangan malu untuk menggunakan batik. Batik adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujar Sonia yang tampak mendukung pelaksanaan Festival Batik.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri. Dia bahkan menyarankan agar pelaksanaan Festival Batik diperpanjang. Tidak hanya dilakukan 1 hari, namun bisa diperpanjang sampai 3 hari.

Hal ini diungkapkan dalam sambutannya saat menutup Festival Batik 2019. Menurutnya, batik Kota Probolinggo harus terus digali. “Saya mengapresiasi menggali budaya batik di Kota Probolinggo. Diharapkan tidak hanya menjadi ajang festival, namun juga menjadi ajang wisata Kota Probolinggo,”  ujarnya.

Para pemenang Festival Batik, foto bersama Wawali Probolinggo Moc Soufis Subri (tengah). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Menurut dia, organisasi perangkat daerah terkait harus bersinergi lintas sektoral agar dikemas sedemikan rupa jika ingin menjadi ajang wisata Kota Probolinggo.

Subri mengungkapkan bahwa kualitas batik Kota Probolinggo semakin meningkat. Perlu ada apresiasi kepada orang-orang yang memiliki dedikasi untuk mengembangkan batik Kota Probolinggo.

“Batik diharapkan bisa menjadi style anak-anak muda juga cinta batik kota Probolinggo. Dengan batik, kita bisa melihat karakter seseorang. Batik itu memiliki filosofi, tidak hanya sekadar coretan-coretan,” ujarnya.

Ada sedikit anomali, bangsa luar bangga dengan batik. “Kita malu dengan batik. Kami berharap pelaku batik terus bersinergi dengan Pemkot Probolinggo. Termasuk kunjungan ke berbagai daerah untuk memperkenalkan batik kuno Kota Probolinggo,” ujarnya.

Sementara itu, Tutang Heru Aribowo, kepala Disbudpar Kota Probolinggo dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Festival Batik 2019 ini bertujuan untuk mempromosikan batik kuno Probolinggo.  “Selain itu, juga melestarikan batik kuno yang merupakan warisan leluhur. Dengan sasaran kegiatan ini, antara lain komunitas batik, desainer, pelajar SMP/SMA, serta agen model,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Batik 2019 antara lain pameran batik IKM Kota Probolinggo, edukasi batik, lomba desain busana pesta muslimah, Lomba Foto On The Spot Fashion Show Batik dan lomba Fashion Show Batik.

Dalam malam puncak Festival Batik 2019 juga diumumkan pemenang berbagai lomba dalam Festival Batik 2019. Salah satunya adalah lomba desain busana pesta muslimah batik.

Juara pertama lomba desain busana pesta muslimah batik dipilih Sonia Fergina Citra. Setelah memilih juara favorit serta juara 2 dan 3, Sonia berjalan mengitar 7 finalis yang masuk 10 besar desain busana pesta muslimah terbaik.

Saat itulah Sonia memilih peserta nomor 11. Dia adalah Tiara Rizky Putri Laduwi, peserta yang mengangkat busana bertema Romantic Borgeuis. Dengan aplikasi batik Probolinggo, Organza dan Maxmara, Tiara berhasil menarik perhatian juri untuk menciptakan busana pesta yang glamor, namun tetap elegan. Adapun juara kedua adalah Slamet Riady dan juara ketiga ialah Muchlis Anshori. Selain itu, ada juara favorit yang diraih Lina Mardiana.

Selain itu, juga diumumkan nama-nama pemenang lomba Foto On The Spot Fashion Show Batik antara lain Juara 1 diraih oleh Christian Emanuel dari SMAK Mater Dei, Juara 2 Chaesaraffa Jibriel, dan Juara 3 Sherly Amalia Andini dari MAN 2. Hadiah diserahkan oleh Asisten Pembangunan Gogol Sudjarwo.

Sedangkan untuk lomba Fashin Show Batik diraih oleh Izatul Karimah dari SMKN 3 untuk juara 1, Bintang Kirana Valentina dari SMPN 1 sebagai juara 2, dan Nadha Afiah dari SMPN 1 untuk juara 3. Hadiah diserahkan oleh Achmad Sudianto, Asisten Perekonomian Pembangunan. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/