alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Pasangan Mesum di Masjid, MUI: Perlu Peraturan Jerat Pelaku Mesum

MAYANGAN, Radar Bromo – Adanya pasangan muda-mudi yang mesum di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo.

MUI berharap Pemkot Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo membuat peraturan yang bisa menjerat para pelaku mesum. Tidak hanya di tempat ibadah, namun juga di hotel.

“Saya sangat prihatin atas perbuatan sepasang remaja yang melakukan perbuatan tak senonoh di masjid itu. Ini, menandakan penurunan akhlak yang terjadi pada remaja,” ujar Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad.

Pihaknya berharap takmir masjid agar lebih waspada agar lingkungannya tidak mudah dimasuki orang-orang yang tidak berkepentingan selain untuk beribadah. “Jangan sampai masjid yang seharusnya digunakan untuk beribadah malah disalahgunakan. Meningkatkan kewaspadaan bukan berarti mengekang, tetapi masjid harus digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Kiai Nizar juga berharap organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan para orang tua mengawasi anak di luar rumah. Agar akhlak mereka terpantau. Pihaknya juga berharap Pemkot Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo membuat peraturan yang dapat menjerat pelaku mesum.

“Sampai saat ini pelaku semacam ini (mesum) masih masuk kategori tindak pidana ringan. Bagi kami dengan membuat surat pernyataan bagi pasangan yang terciduk, tidak menimbulkan efek jera sama sekali. Padahal, ini sangat berpengaruh pada akhlak pemuda-pemudi di masa depan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Jumat (15/11) malam, sepasang remaja tertangkap kamera CCTV berbuat mesum di Masjid Al-Hidayah. Videonya pun menyebar di media sosial. Atas kejadian ini, takmir masjid Al-Hidayah berkomitmen untuk meningkatkan penjagaannya. (ar/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Adanya pasangan muda-mudi yang mesum di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo.

MUI berharap Pemkot Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo membuat peraturan yang bisa menjerat para pelaku mesum. Tidak hanya di tempat ibadah, namun juga di hotel.

“Saya sangat prihatin atas perbuatan sepasang remaja yang melakukan perbuatan tak senonoh di masjid itu. Ini, menandakan penurunan akhlak yang terjadi pada remaja,” ujar Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad.

Pihaknya berharap takmir masjid agar lebih waspada agar lingkungannya tidak mudah dimasuki orang-orang yang tidak berkepentingan selain untuk beribadah. “Jangan sampai masjid yang seharusnya digunakan untuk beribadah malah disalahgunakan. Meningkatkan kewaspadaan bukan berarti mengekang, tetapi masjid harus digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Kiai Nizar juga berharap organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan para orang tua mengawasi anak di luar rumah. Agar akhlak mereka terpantau. Pihaknya juga berharap Pemkot Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo membuat peraturan yang dapat menjerat pelaku mesum.

“Sampai saat ini pelaku semacam ini (mesum) masih masuk kategori tindak pidana ringan. Bagi kami dengan membuat surat pernyataan bagi pasangan yang terciduk, tidak menimbulkan efek jera sama sekali. Padahal, ini sangat berpengaruh pada akhlak pemuda-pemudi di masa depan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Jumat (15/11) malam, sepasang remaja tertangkap kamera CCTV berbuat mesum di Masjid Al-Hidayah. Videonya pun menyebar di media sosial. Atas kejadian ini, takmir masjid Al-Hidayah berkomitmen untuk meningkatkan penjagaannya. (ar/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/