Tegas, Pemkot Beri Denda Pelaksana Proyek Jalan Tembus Krapyakrejo Karena Molor

GADINGREJO – Proyek pembangunan jalan tembus Krapyakrejo I dan jalan tembus Krapyakrejo II di Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, molor. Pemkot pun telah memberikan denda pada pelaksana proyek jalan yang dibiayai oleh dana alokasi khusus (DAK) tersebut.

Proyek jalan sepanjang 1,2 kilometer itu dialokasikan Rp 4,3 miliar. Proyek ini sendiri mulai digarap sejak 19 Juli dan ditargetkan rampung dalam 120 hari. Sehingga, seharusnya paling lambat 12 November, proyek peningkatan jalan ini rampung.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah kendaraan berat tampak di areal lokasi proyek. Para pekerja masih memadatkan jalan setempat dengan menggunakan backhoe. Sehingga, warga yang ingin melintas di jalur ini harus lebih hati-hati.

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Akung Novajanto membenarkan molornya proyek peningkatan jalan tembus Krapyakrejo I dan II. Pihaknya pun sudah memberikan denda pada pelaksana per 13 November.

Denda yang dikenakan sebesar Rp 3 juta per mil per hari dan diberikan waktu untuk menyelesaikannya selama 50 hari. Sehingga, batas maksimalnya pada 28 Desember harus rampung. Kalau masih molor, tidak menutup kemungkinan pelaksana diputus kontrak.

Saat ditanya tentang penyebab keterlambatan pengerjaan, Akung enggan berkomentar. Ia menyebut pihaknya sudah memberikan teguran pada pelaksana PT Kontruksi Indonesia Mandiri. Dan, pelaksana sendiri mengaku siap untuk menyelesaikan sesuai perjanjian.

“Kami sudah meminta pada pelaksana PT Kontruksi Indonesia Mandiri untuk segera menyelesaikannya. Kami optimistis proyek ini sudah rampung sebelum 28 Desember. Kalau memang belum rampung, ya otomatis kami menempuh peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan Sutirta menerangkan, pihaknya berharap agar tidak hanya pelaksana yang diberikan sanksi. Pengawas juga harus dikenakan. Karena bagaimanapun, molornya proyek ini juga tidak lepas dari keteledoran pengawas. Di dalam proyek ini, bertindak sebagai pengawas adalah PT Yusata Technika.

“Kami berharap ke depannya, seluruh masyarakat Kota Pasuruan turut mengawasi berjalannya pembangunan yang dilaksanakan di lingkungannya. Sebab, proyek ini dari rakyat dan untuk rakyat serta dibiayai oleh uang rakyat,” pungkasnya. (riz/fun)