Maling Sapi Asal Probolinggo Ini Diringkus usai Buron Setahun

BANGIL, Radar Bromo – Pelarian Sumarno, warga Sarirejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, dari kejaran polisi akhirnya terhenti. Lelaki 40 tahun itu diringkus anggota buser Satreskrim Polres Pasuruan, setelah menjadi buronan sejak 2018 lalu.

Bukan tanpa sebab Sumarno diburu petugas. Ia disebut-sebut terlibat dalam aksi pencurian hewan di wilayah Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Aksi pencuian itu berlangsung Juni 2018 silam.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima menyampaikan, tersangka ditangkap Jumat dini hari (18/10). Ia ditangkap di sebuah rumah yang ada di Dusun Sumbersari, Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 01.00.

Menurut Dewa-sapaan Dewa Putu Prima, tersangka ditangkap atas keterlibatannya dalam aksi pencurian sapi. Aksi pencurian sapi itu, berlangsung 1 Juni 2018. Korbannya, menimpa Satrio Harjo, 35, warga Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Korban kehilangan seekor sapi perah betina miliknya sekitar pukul 01.00. Sumarno alias Pak Irma tidak sendirian melancarkan aksi. Ada dua rekannya, yang terlibat. Keduanya tertangkap lebih dulu oleh polisi. Mereka adalah Arjo dan Sumar.

“Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu melakukan perencanaan pencurian itu di rumah tersangka Arjo. Setelah dirasa matang, mereka pun melancarkan aksi,” terang Dewa.

Mereka berangkat mendatangi kandang sapi milik korban, sektiar pukul 00.30. Mereka kemudian merusak pintu kandang menggunakan sabit. Kemudian, seekor sapi perah betina warna hitam belang putih mereka keluarkan dari kandang dan digondol para pelaku.

“Akibat kejadian itu, korban merugi Rp 20 juta. Dari situ, korban kemudian melapor ke polisi,” tambahnya.

Dari laporan itulah, petugas bergerak. Satu persatu pelaku berhasil ditangkap. Hingga akhirnya, Sumarno ikut diciduk.

Dewa menguraikan, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Atas ulahnya itu, tersangka diancam hukuman 7 tahun penjara. (one/fun)