alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Ini Langkah Kepolisian di Probolinggo-Pasuruan untuk Amankan Daerahnya Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

MAYANGAN, Radar Bromo – Sebanyak 400 personel keamanan disiapkan Polres Probolinggo Kota menjelang pelantikan presiden-wakil presiden yang akan dilakukan pada 20 Oktober. Apel gelar pasukan kesiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 Operasi Mantap Brata Semeru 2019 pun digelar Polresta.

Apel digelar di Jalan dr. Mohamad Saleh, di depan Mapolresta, Jumat (18/10). Hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dan anggota Forpimda.

Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya usai memimpin apel mengatakan, ada 400 personel yang disiapkan pihaknya untuk membantu pengamanan pelantikan presiden-wakil presiden. Polresta juga menggandeng berbagai pihak untuk membantu proses pengamanan di wilayah hukumnya.

“Kami mendapat bantuan dari TNI sebanyak 300 personel. Juga ada keterlibatan Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Probolinggo,” tambahnya.

Dengan demikian, total akan ada 700 lebih personel yang membantu pengamanan di kota. Baik itu menjelang dan selama pelantikan.

Kapolresta memastikan, situasi Kota Probolinggo menjelang pelantikan presiden – wakil presiden terbilang aman dan kondusif. Namun, Polresta juga tetap mengamankan objek-objek vital di lingkungan Pemkot Probolinggo.

“Seperti kantor-kantor pemerintahan, perbankan, pusat keramaian, serta akses keluar-masuk Kota Probolinggo,” ujarnya.

Kapolresta juga menunjukkan titik-titik rawan di kota yang menjadi atensi dan membutuhkan kesiagaan petugas dalam Tactical Floor Game (TFG).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri menjelaskan, pemkot berjalan seiring dengan TNI dan Polri untuk pengamanan menjelang pelantikan presiden–wakil presiden.

“Ada Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang harus berkomunikasi agar sejalan dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

CEK TITIK RAWAN: Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya menjelaskan tentang kesiagaan petugas dalam Tactical Floor Game (TFG) di sejumlah titik rawan di kota. (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Subri –panggilannya- berharap Kota Probolinggo tetap kondusif selama dan setelah pelantikan. Juga tidak mengganggu iklim investasi di Kota probolinggo.

“Kami bergerak untuk rakyat, kami juga menyiapkan langka preventif jika ada kemungkinan negatif yang muncul. Dari dulu Kota Probolinggo kondusif, semoga tidak ada gejolak yang menganggu di Kota Probolinggo,” harapnya.

Sementara itu, Polres dan Polresta Pasuruan juga melakukan gelar pasukan. Apel dilakukan serentak se-Pasuruan Raya bersama Kodim 0819 dan jajaran Forkopimda di Mapolres Pasuruan.

Total ada 1.172 personel Polres dan Polresta Pasuruan yang akan terlibat pengamanan. Dengan rincian, di Polres Pasuruan 700 personel dan Polresta Pasuruan 472 personel.

Kasubbag Humas Polresta Pasuruan AKP Endy Purwanto mengungkapkan, Polres Pasuruan Kota menyiapkan 472 personel untuk mengamankan pelantikan pada 20 Oktober. Ratusan personel ini merupakan personel gabungan dari seluruh jajaran di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Seluruh personel Polres dan Polsek kami siapkan untuk mengamankan pelantikan nanti. Ratusan personel ini akan standby di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Endy -sapaan akrabnya- memastikan, seluruh wilayah hukum Polresta Pasuruan yang tersebar di 11 kecamatan akan mendapatkan atensi serupa. Polresta memastikan tidak akan memberikan kelonggaran bagi siapapun yang ingin membuat kerusuhan.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap berlaku tertib dan tidak melakukan aksi provokasi yang bisa menyebabkan kerusuhan. Bagi yang melanggar, tentu kami beri sanksi,” terang Endy. (put/riz/hn/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Sebanyak 400 personel keamanan disiapkan Polres Probolinggo Kota menjelang pelantikan presiden-wakil presiden yang akan dilakukan pada 20 Oktober. Apel gelar pasukan kesiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 Operasi Mantap Brata Semeru 2019 pun digelar Polresta.

Apel digelar di Jalan dr. Mohamad Saleh, di depan Mapolresta, Jumat (18/10). Hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dan anggota Forpimda.

Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya usai memimpin apel mengatakan, ada 400 personel yang disiapkan pihaknya untuk membantu pengamanan pelantikan presiden-wakil presiden. Polresta juga menggandeng berbagai pihak untuk membantu proses pengamanan di wilayah hukumnya.

“Kami mendapat bantuan dari TNI sebanyak 300 personel. Juga ada keterlibatan Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Probolinggo,” tambahnya.

Dengan demikian, total akan ada 700 lebih personel yang membantu pengamanan di kota. Baik itu menjelang dan selama pelantikan.

Kapolresta memastikan, situasi Kota Probolinggo menjelang pelantikan presiden – wakil presiden terbilang aman dan kondusif. Namun, Polresta juga tetap mengamankan objek-objek vital di lingkungan Pemkot Probolinggo.

“Seperti kantor-kantor pemerintahan, perbankan, pusat keramaian, serta akses keluar-masuk Kota Probolinggo,” ujarnya.

Kapolresta juga menunjukkan titik-titik rawan di kota yang menjadi atensi dan membutuhkan kesiagaan petugas dalam Tactical Floor Game (TFG).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri menjelaskan, pemkot berjalan seiring dengan TNI dan Polri untuk pengamanan menjelang pelantikan presiden–wakil presiden.

“Ada Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang harus berkomunikasi agar sejalan dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

CEK TITIK RAWAN: Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya menjelaskan tentang kesiagaan petugas dalam Tactical Floor Game (TFG) di sejumlah titik rawan di kota. (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Subri –panggilannya- berharap Kota Probolinggo tetap kondusif selama dan setelah pelantikan. Juga tidak mengganggu iklim investasi di Kota probolinggo.

“Kami bergerak untuk rakyat, kami juga menyiapkan langka preventif jika ada kemungkinan negatif yang muncul. Dari dulu Kota Probolinggo kondusif, semoga tidak ada gejolak yang menganggu di Kota Probolinggo,” harapnya.

Sementara itu, Polres dan Polresta Pasuruan juga melakukan gelar pasukan. Apel dilakukan serentak se-Pasuruan Raya bersama Kodim 0819 dan jajaran Forkopimda di Mapolres Pasuruan.

Total ada 1.172 personel Polres dan Polresta Pasuruan yang akan terlibat pengamanan. Dengan rincian, di Polres Pasuruan 700 personel dan Polresta Pasuruan 472 personel.

Kasubbag Humas Polresta Pasuruan AKP Endy Purwanto mengungkapkan, Polres Pasuruan Kota menyiapkan 472 personel untuk mengamankan pelantikan pada 20 Oktober. Ratusan personel ini merupakan personel gabungan dari seluruh jajaran di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Seluruh personel Polres dan Polsek kami siapkan untuk mengamankan pelantikan nanti. Ratusan personel ini akan standby di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Endy -sapaan akrabnya- memastikan, seluruh wilayah hukum Polresta Pasuruan yang tersebar di 11 kecamatan akan mendapatkan atensi serupa. Polresta memastikan tidak akan memberikan kelonggaran bagi siapapun yang ingin membuat kerusuhan.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap berlaku tertib dan tidak melakukan aksi provokasi yang bisa menyebabkan kerusuhan. Bagi yang melanggar, tentu kami beri sanksi,” terang Endy. (put/riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/