alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Berburu di Hutan, 2 Warga Prigen Diamankan, Tapi Mengaku Tak Sampai Bakar Lahan

PRIGEN, Radar Bromo – Perburuan liar yang diduga jadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terus menjadi atensi petugas unit Reskrim Polsek Prigen. Jumat (18/10), petugas pun menahan dua pelaku perburuan liar.

Mereka saat ini dititipkan di Lapas Bangil. Masing-masing adalah Budi Santoso, 41, warga Pecalukan, Kecamatan Prigen dan Temu Tarmuji, 55, asal Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen.

“Mereka adalah pelaku perburuan liar. Setelah semua pemeriksaannya tuntas, kami tetapkan tersangka dan sekaligus kami tahan,” ucap Kanitreskrim Polsek Prigen Aipda Slamet Prayitno.

Kanitreskrim menuturkan, kedua pelaku ini ditangkap Senin (14/10) sekitar pukul 19.30. mereka ditangkap di hutan area kawasan Perhutani petak 53, Kelurahan/Kecamatan Prigen.

“Pemeriksaan kami lakukan maraton dari Senin (11/10) malam hingga Kamis (17/10). Tidak langsung kami tahan, meskipun status keduannya tersangka, tapi wajib lapor. Setelah gelar perkara, juga koordinasi dengan ahli dari Perhutani serta Kejaksaan, baru kami tahan,” jelasnya.

Saat dibekuk di hutan, tidak didapati hewan liar hasil buruan. Namun, ada beberapa barang bukti yang diamankan dan kini disita di mapolsek.

Antara lain berupa satu buah senapan angin kaliber 5,5 mm, 100 butir peluru, dua buah pisau, satu gergaji kayu, dan satu buah palu. Juga 114 paku usuk, dua buah senter, dua buah baterai senter, empat buah tali krek, dua buah kunci rengpas, satu buah tas punggung, dan satu buah tas pinggang.

“Tertangkapnya dua pelaku ini hasil lidik setelah sorenya dapat informasi dari warga. Lalu kami kejar dan akhirnya tertangkap di hutan kawasan Perhutani. Keduanya saling kenal dan sering berburu bareng ke hutan,” cetusnya.

Pelaku sendiri pada petugas mengaku tak sampai membakar hutan dan lahan saat berburu hewan liar. Hanya merusak dan memotong ranting pohon untuk menyanggong binatang buruan.

“Pelakunya kami jerat dengan UU RI 18/2013 pasal 12 huruf f tentang Kehutanan. Ancaman maksimalnya lima tahun penjara,” jelasnya.

Secara terpisah, kedua pelaku sempat ditemui Radar Bromo di Mapolsek Prigen. Setelah ditetapkan tersangka dan ditahan, mereka mengaku menyesal.

“Kami tahu ini salah dan menyesal telah melakukannya,” ucap pelaku Budi Santoso didampingi Temu Tarmuji. (zal/hn/fun)

PRIGEN, Radar Bromo – Perburuan liar yang diduga jadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terus menjadi atensi petugas unit Reskrim Polsek Prigen. Jumat (18/10), petugas pun menahan dua pelaku perburuan liar.

Mereka saat ini dititipkan di Lapas Bangil. Masing-masing adalah Budi Santoso, 41, warga Pecalukan, Kecamatan Prigen dan Temu Tarmuji, 55, asal Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen.

“Mereka adalah pelaku perburuan liar. Setelah semua pemeriksaannya tuntas, kami tetapkan tersangka dan sekaligus kami tahan,” ucap Kanitreskrim Polsek Prigen Aipda Slamet Prayitno.

Kanitreskrim menuturkan, kedua pelaku ini ditangkap Senin (14/10) sekitar pukul 19.30. mereka ditangkap di hutan area kawasan Perhutani petak 53, Kelurahan/Kecamatan Prigen.

“Pemeriksaan kami lakukan maraton dari Senin (11/10) malam hingga Kamis (17/10). Tidak langsung kami tahan, meskipun status keduannya tersangka, tapi wajib lapor. Setelah gelar perkara, juga koordinasi dengan ahli dari Perhutani serta Kejaksaan, baru kami tahan,” jelasnya.

Saat dibekuk di hutan, tidak didapati hewan liar hasil buruan. Namun, ada beberapa barang bukti yang diamankan dan kini disita di mapolsek.

Antara lain berupa satu buah senapan angin kaliber 5,5 mm, 100 butir peluru, dua buah pisau, satu gergaji kayu, dan satu buah palu. Juga 114 paku usuk, dua buah senter, dua buah baterai senter, empat buah tali krek, dua buah kunci rengpas, satu buah tas punggung, dan satu buah tas pinggang.

“Tertangkapnya dua pelaku ini hasil lidik setelah sorenya dapat informasi dari warga. Lalu kami kejar dan akhirnya tertangkap di hutan kawasan Perhutani. Keduanya saling kenal dan sering berburu bareng ke hutan,” cetusnya.

Pelaku sendiri pada petugas mengaku tak sampai membakar hutan dan lahan saat berburu hewan liar. Hanya merusak dan memotong ranting pohon untuk menyanggong binatang buruan.

“Pelakunya kami jerat dengan UU RI 18/2013 pasal 12 huruf f tentang Kehutanan. Ancaman maksimalnya lima tahun penjara,” jelasnya.

Secara terpisah, kedua pelaku sempat ditemui Radar Bromo di Mapolsek Prigen. Setelah ditetapkan tersangka dan ditahan, mereka mengaku menyesal.

“Kami tahu ini salah dan menyesal telah melakukannya,” ucap pelaku Budi Santoso didampingi Temu Tarmuji. (zal/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/