alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Usai Harga Anjlok, Petani Kubis di Sumber Kini Keluhkan Pupuk Sulit

SUMBER, Radar Bromo – Petani sayur di Kecamatan Sumber benar-benar dibuat sulit saat panen raya. Bukan hanya harga sayur yang anjlok karena kubis hanya seharga Rp 200 per kilogram. Ketersediaan pupuk pupuk subsidi yang sulit diperoleh, kini menjadi keluhan.

Sejumlah petani di Sumber mengaku, sudah dua bulan ini pupuk subsidi sulit dicari.

Seperti yang diungkapkan Agung, salah satu petani asal Gemito. Dia mengatakan, sudah dua bulan lebih ia dan petani lain tidak mendapatkan pupuk subsidi. “Sudah dua bulan ini tidak ada pupuk,” katanya.

Karena kondisi itu, ia harus membeli pupuk nonsubsidi ke toko pertanian. Tak tanggung-tanggung, pupuk yang dicari ada di Kota Probolinggo. Dampaknya, biaya produksi manjadi membengkak dua kali lipat.

“Biasanya kalau pupuk subsidi habis Rp 1 juta. Karena tidak ada akhirnya yang nonsubsidi terpaksa kami beli Rp 3 juta,” katanya.

Pembelian pupuk nonsubsidi dilakukan tentu bukan tanpa alasan. Itu, dilakukan karena demi keberlangsungan tanaman yang ada di ladangnya. Jika dibiarkan, malah tanamannya bisa mati. “Ya kalau dibiarkan malah bertambah rugi,” jelasnya.

Sementara itu Bambang, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat mengatakan, kuota pupuk subsidi memang jauh dari kebutuhan. Karena itu, stok saat ini tinggal sedikit.

“Memang sudah tinggal sedikit. Mungkin hanya 5 persen. Saya belum mendapat laporan dari teman-teman,” katanya.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah mengajukan kepada pusat. Tetapi, sejauh ini langkah yang dilajukan belum membuahkan hasil. Menurutnya, solusi untuk petani sementara ini membeli pupuk non subsidi.

“Solusinya ya beli (pupuk) nonsubsidi. Karena memang untuk ketersediaannya menipis. Selagi nunggu keputusan pusat,” terangnya. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Donor Darah, Bold Riders-Super Soccer Pasuruan Tanam Pohon

Tanaman kayu putih dipilih karena ini adalah tanaman obat.

Jualan Buah di Jl Juanda, Putri Polisi Dijambret, Ini Modusnya  

Korban melaporkan pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Innalillahi, Pulang Kerja, PNS Pemkab Pasuruan Tewas Tertabrak Truk Tronton

Sore itu, Slamet Supriyanto hendak pulang ke rumahnya usai bekerja. Ia mengendarai motor Honda Vario bernopol N 2175 TBL dari arah utara ke selatan.

Kaliputih Sumbersuko Gempol Kembali Tercemar Busa Berlimpah

Kondisi sungai tercemar busa itu bukan kali ini terjadi. Pada pertengahan Agustus lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi.

Komunitas Difabel Antusias Ikuti Donor Darah Bold Riders Probolinggo

Dalam aksi sosial ini, Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Probolinggo turut serta menjadi pendonor.