alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Ungkap Perampok Tegalsiwalan, Polisi Kesulitan Minimnya Saksi di TKP

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Kawanan perampok yang mengacak-acak Dusun Krajan, Desa Blado Kulon masih terus diburu oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tegalsiwalan. Meski begitu, hingga kini, Jumat (18/9) pihak kopolisian masih tidak memiliki titik terang dalam perburuannya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsiwalan Bripka Nico Stanza mengatakan, kasus perampokan itu masih masuk pada penyelidikan. Saat ini polisi sudah memeriksa dua saksi, yakni Sujarwo dan istrinya.

“Kami masih dalam proses pengumpulan keterangan saksi. Tadi (kemarin, Rd) hingga subuh kami masih di lokasi kejadian. Proses ini memang memakan waktu, sebab minimnya saksi dan keterangan yang didapat,” ujarnya, Jumat (18/9).

Keterbatasan informasi yang didapat itulah yang membuat pihak kepolisian belum menemukan titik terang. Ditambah saksi ketiga yakni anak Sujarwo kondisinya tidak dapat dimintai keterangan lantaran mengalami keterbelakangan mental.

Nico sapaan akrabnya ini mengatakan, dalam proses pengembangan penyelidikan ini pihaknya tidak menemukan barang bukti baru. “Kedua korban pada saat kejadian juga tidak mengetahui ke mana arah para pelaku. Mungkin lantaran sudah dalam keadaan di bawah tekanan. Jadi kami sangat sulit melacak para pelaku,” ujarnya.

“Dari hasil keterangan korban, pelaku berjumlah dua orang. Kasus ini masih terus kami dalami dan masih pada penyelidikan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kawanan perampok ini menyatroni dua rumah di Desa Blado Kulon, Rabu (16/9) lalu. Rumah pertama yang disatroni adalah rumah milik Ahmad Insan. 26, yang berada di RT 7 RW 1, dengan kerugian sekitar Rp 15 juta. Selang sekitar 1 jam sebelum pukul 03.30, kawanan pelaku ini beraksi di rumah kedua, yakni Sujarwo di Dusun Krajan. Nilai keruagian rp 40 juta dan motor matik yang juga dibawa pelaku. (mu/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.