alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Aktivitas Tambang Gunungsari Dikeluhkan, Satpol PP: Tak Berizin

PURWOSARI, Radar Bromo – Lagi-lagi, aktivitas pertambangan membuat warga resah. Di Dusun Gunungsari, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, sebuah aktivitas pertambangan dikeluhkan karena dinilai mengganggu.

Penyebabnya, sejumlah dump truck berukuran sedang lalu lalang di jalan Desa Kertosari. Kendaran itu keluar masuk ke lokasi tambang di Dusun Gunungsari dengan mengangkut material batu dan pasir.

Akibatnya, jalanan desa pun berdebu. Sebab, material yang diangkut dump truck beterbangan. Walaupun, bak dump truck sudah ditutup.

“Sepengetahuan kami saat ini sedang berlangsung kegiatan tambang di Gunungsari. Namun, diduga kuat kegiatan itu tak berizin atau ilegal. Lokasinya jauh dari permukiman warga, juga tersembunyi,” terang salah satu tokoh masyarakat setempat Nurhadi.

Menurutnya, kegiatan pertambahan itu sudah berjalan sekitar tiga pekan terakhir. Dan selama tiga pekan itu, jalanan desa jadi berdebu.

Awalnya menurut Nurhadi, pada akhir Agustus lalu datang alat berat untuk meratakan jalan, sekaligus melebarkan jalan menuju sebuah perumahan. Tepatnya jalan dari lapangan Gunugsari ke perumahan.

“Setelah selesai, ternyata ada kegiatan tambang seperti sekarang ini di utara lokasi lahan untuk perumahan,” katanya.

Dia dan warga setempat pun berharap tambang tersebut dihentikan. Selain mengganggu, warga tidak setuju eskploitasi di desa setempat.

“Kalau tidak ada izinnya ya harus berhenti, terkecuali sudah berizin silahkan. Kami dan warga lainnya sejatinya menolak adanya eksplotasi lingkungan di desa kami,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana menuturkan, instansinya sudah menurunkan tim ke lapangan. Bahkan, sudah tiga kali tim mendatangi lokasi itu. Sebab, aktivitas pertambangan itu diduga tidak berizin alias ilegal.

Saat datang pertama ke lokasi, pihaknya memberikan pembinaan, sekaligus teguran. Kemudian yang kedua dan ketiga, memanggil pemilik lahan yang dipakai aktivitas pertambangan.

“Kami sudah tiga kali ke sana. Pertama memberikan teguran dan pembinaan. Kedua dan ketiga, memanggil pemilik lahan ke kantor kami untuk klarifikasi. Namun, sampai saat ini belum juga datang,” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, pihaknya akan melakukan pemanggilan ketiga pada pemilik lahan. Yakni warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari.

Dengan memanggil pemilik lahan, pihaknya akan mengklarifikasi perizinan yang dimiliki. Selama belum bisa menunjukkan izin tambang resmi, maka kegiatan pertambangan harus berhenti.

“Panggilan ketiga, sekaligus tembusan ke Satpol PP Jatim. Untuk penutupan aktivitas tambangnya bukan kewenangan kami, tetapi pusat melalui Satpol PP Pemprov Jatim. Hal itu diatur dalam UU Nomor 30/2020 tentang Minerba,” jelasnya. (zal/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah