alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Tak Pulang Tiga Hari, Nenek di Bantaran Ditemukan Tewas di Kebun Jagung

BANTARAN, Radar Bromo– Dikabarkan hilang sejak tiga hari yang lalu oleh keluarga, Nitrap, 80, warga Dusun Krajan, Desa Besuk ditemukan tak bernyawa di kebun jagung Kamis (19/9) siang. Korban ditemukan pertama kali oleh Kamari, tetangga korban ketika hendak mencari rumput.

Cucu korban, Buhasan, 34, menuturkan, korban memang sering menghilang tanpa pamit sehingga tak ada yang mengetahuinya. Namun acapkali masih bisa pulang. Ini terjadi karena usia yang sudah sepuh dan pikun. Hanya saja selama ini korban tidak memiliki riwayat penyakit.

“Nenek sudah tua dan pikun sudah banyak lupanya. Ini sudah tiga kali menghilang dengan waktu yang cukup lama. Beberapa waktu yang lalu pernah hilang sehari-semalam, tapi nenek sempat pulang ke rumah. Namun tiga hari yang lalu menghilang (lagi) kemudian ditemukan sudah meninggal,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Bromo, jenazah Nitrap ditemukan sekitar pukul 14:00 di Dusun Krajan, Desa Besuk. Adalah Kamari,  yang pertama kali menemukannya saat hendak mencari rumput di kebun jagung miliknya.

Kanitreskrim Polsek Bantaran Bripka Kanto Budi Asmono mengatakan bahwa Polsek Bantaran mendapat informasi penemuan mayat di kebun jagung dari perangkat desa dan warga sekitar pukul 16:00. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan di TKP di Dusun Krajan, Desa Besuk.

“Kami mendapat laporan sekitar pukul 16:00. Kami merapat ke TKP besama petugas dari Puskesmas, kemudian melakukan pengecekan dan diyakini mayat adalah Bu Nitrap. Selanjutnya pihak keluarga dihubungi,” ujarnya.

Setelah melakukan pengecekan TKP bersama petugas puskesmas, selanjutnya mayat tersebut di bawa untuk keperluan visum di RSUD dr. Moh. Saleh menggunakan mobil patroli Polsek Bantaran. Hasil visum merinci bahwa tidak ditemukan tanda–tanda kekerasan.

“Pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi dalam, karena tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Sehingga mayat tersebut langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan,” pungkasnya. (ar/fun)

 

BANTARAN, Radar Bromo– Dikabarkan hilang sejak tiga hari yang lalu oleh keluarga, Nitrap, 80, warga Dusun Krajan, Desa Besuk ditemukan tak bernyawa di kebun jagung Kamis (19/9) siang. Korban ditemukan pertama kali oleh Kamari, tetangga korban ketika hendak mencari rumput.

Cucu korban, Buhasan, 34, menuturkan, korban memang sering menghilang tanpa pamit sehingga tak ada yang mengetahuinya. Namun acapkali masih bisa pulang. Ini terjadi karena usia yang sudah sepuh dan pikun. Hanya saja selama ini korban tidak memiliki riwayat penyakit.

“Nenek sudah tua dan pikun sudah banyak lupanya. Ini sudah tiga kali menghilang dengan waktu yang cukup lama. Beberapa waktu yang lalu pernah hilang sehari-semalam, tapi nenek sempat pulang ke rumah. Namun tiga hari yang lalu menghilang (lagi) kemudian ditemukan sudah meninggal,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Bromo, jenazah Nitrap ditemukan sekitar pukul 14:00 di Dusun Krajan, Desa Besuk. Adalah Kamari,  yang pertama kali menemukannya saat hendak mencari rumput di kebun jagung miliknya.

Kanitreskrim Polsek Bantaran Bripka Kanto Budi Asmono mengatakan bahwa Polsek Bantaran mendapat informasi penemuan mayat di kebun jagung dari perangkat desa dan warga sekitar pukul 16:00. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan di TKP di Dusun Krajan, Desa Besuk.

“Kami mendapat laporan sekitar pukul 16:00. Kami merapat ke TKP besama petugas dari Puskesmas, kemudian melakukan pengecekan dan diyakini mayat adalah Bu Nitrap. Selanjutnya pihak keluarga dihubungi,” ujarnya.

Setelah melakukan pengecekan TKP bersama petugas puskesmas, selanjutnya mayat tersebut di bawa untuk keperluan visum di RSUD dr. Moh. Saleh menggunakan mobil patroli Polsek Bantaran. Hasil visum merinci bahwa tidak ditemukan tanda–tanda kekerasan.

“Pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi dalam, karena tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Sehingga mayat tersebut langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan,” pungkasnya. (ar/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/