alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Korban Ledakan Bondet di Lumbang Meninggal usai Dirawat Enam Hari

LUMBANG, Radar Bromo – Setelah dirawat enam hari, Sunjoko, 41, korban ledakan bondet, meninggal dunia. Warga Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, itu meninggal Selasa (17/9) di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Begitu meninggal, mayat korban dibawa pulang ke Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, asal keluarga besarnya. Rabu (18/9), korban langsung dimakamkan.

Kondisi korban ini diinformasikan oleh Sulatin, kepala Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang. Sulatin mengatakan, korban sempat dirawat di RSUD Dr R Soedarsono, Kota Pasuruan pada Rabu (11/9). Yaitu, sesaat setelah dia menjadi korban ledakan bondet di rumahnya.

Namun, tidak lama dirawat di RSUD di kota. Hari itu juga, korban dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang. Sebab, luka akibat ledakan bondet yang dialami korban cukup parah. Dan selama dirawat di rumah sakit itu, korban belum siuman sama sekali.

“Sudah meninggal yang korban letusan bondet kemarin. Meninggalnya di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang,” terangnya.

Meninggalnya korban itu dibenarkan Kapolsek Lumbang AKP Suparmin. Menurutnya, luka yang dialami korban memang cukup parah. Setelah terkena ledakan bondet di rumahnya, kaki kanan korban hancur. Lalu, tubuhnya mengalami luka bakar 80 persen.

“Informasinya korban meninggal Selasa (17/9) pukul 17.00. Oleh keluarga korban dimakamkan kemarin (18/9) pagi di Klampok, Probolinggo. Yaitu, tempat keluarga besar korban,” terangnya.

Dengan meninggalnya korban, penyelidikan menurut Kapolsek, menjadi buntu. Sebab, korbanlah satu-satunya yang bisa memberikan informasi tentang bondet yang meledak itu. Seperti, untuk apa menyimpan bondet dan kenapa bisa meledak.

Memang, pihaknya sudah memeriksa istri korban, Indah, 29. Namun, Indah mengaku tidak banyak tahu tentang keberadaan bondet yang dimiliki suaminya itu.

“Sehingga, dengan meninggalnya korban, memang menjadi buntu untuk pengembangan kasusnya. Baru bisa dikembangkan kalau ada saksi atau bukti baru,” terangnya.

Pihak kepolisian sendiri masih menduga, bondet meledak karena kelalaian korban. Kendati belum bisa diketahui untuk apa korban menyimpan bondet di rumahnya. Ada dugaan, bondet itu digunakan untuk jaga diri.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bondet meledak di rumah Sunjoko, 41, warga Dusun Ketondo, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Bondet meledak Rabu (11/9), pukul 05.00, saat korban tidur nyenyak.Akibatnya, korban luka berat. Kaki kanan korban hancur. Korban pun mengalami luka bakar di tubuhnya sebanyak 80 persen.(eka/fun)

LUMBANG, Radar Bromo – Setelah dirawat enam hari, Sunjoko, 41, korban ledakan bondet, meninggal dunia. Warga Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, itu meninggal Selasa (17/9) di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Begitu meninggal, mayat korban dibawa pulang ke Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, asal keluarga besarnya. Rabu (18/9), korban langsung dimakamkan.

Kondisi korban ini diinformasikan oleh Sulatin, kepala Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang. Sulatin mengatakan, korban sempat dirawat di RSUD Dr R Soedarsono, Kota Pasuruan pada Rabu (11/9). Yaitu, sesaat setelah dia menjadi korban ledakan bondet di rumahnya.

Namun, tidak lama dirawat di RSUD di kota. Hari itu juga, korban dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang. Sebab, luka akibat ledakan bondet yang dialami korban cukup parah. Dan selama dirawat di rumah sakit itu, korban belum siuman sama sekali.

“Sudah meninggal yang korban letusan bondet kemarin. Meninggalnya di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang,” terangnya.

Meninggalnya korban itu dibenarkan Kapolsek Lumbang AKP Suparmin. Menurutnya, luka yang dialami korban memang cukup parah. Setelah terkena ledakan bondet di rumahnya, kaki kanan korban hancur. Lalu, tubuhnya mengalami luka bakar 80 persen.

“Informasinya korban meninggal Selasa (17/9) pukul 17.00. Oleh keluarga korban dimakamkan kemarin (18/9) pagi di Klampok, Probolinggo. Yaitu, tempat keluarga besar korban,” terangnya.

Dengan meninggalnya korban, penyelidikan menurut Kapolsek, menjadi buntu. Sebab, korbanlah satu-satunya yang bisa memberikan informasi tentang bondet yang meledak itu. Seperti, untuk apa menyimpan bondet dan kenapa bisa meledak.

Memang, pihaknya sudah memeriksa istri korban, Indah, 29. Namun, Indah mengaku tidak banyak tahu tentang keberadaan bondet yang dimiliki suaminya itu.

“Sehingga, dengan meninggalnya korban, memang menjadi buntu untuk pengembangan kasusnya. Baru bisa dikembangkan kalau ada saksi atau bukti baru,” terangnya.

Pihak kepolisian sendiri masih menduga, bondet meledak karena kelalaian korban. Kendati belum bisa diketahui untuk apa korban menyimpan bondet di rumahnya. Ada dugaan, bondet itu digunakan untuk jaga diri.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bondet meledak di rumah Sunjoko, 41, warga Dusun Ketondo, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Bondet meledak Rabu (11/9), pukul 05.00, saat korban tidur nyenyak.Akibatnya, korban luka berat. Kaki kanan korban hancur. Korban pun mengalami luka bakar di tubuhnya sebanyak 80 persen.(eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/