alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Ada Hiu Tersangkut, PLTU Paiton Akan Evaluasi Jaring Pintu Masuk Kanal

PAITON, Radar Bromo – PLTU Paiton berencana mengevaluasi jaring atau screen di pintu masuk kanal. Sehingga, tidak ada lagi hiu tutul yang terjebak di sana.

Sebab, terjebaknya hiu tutul di kanal bukan sekali ini terjadi. Pada 2015, sebuah hiu tutul juga masuk ke kanal PLTU. Hiu tersebut akhirnya mati. Dan Kamis (12/9), seekor hiu tutul juga terjebak di kanal itu.

Mustofa Abdillah, general manager PT PJB UP Paiton mengatakan, terjebaknya hiu di kanal akan menjadi kajian tersendiri bagi pihaknya. Sehingga, kejadian serupa tidak akan terjadi kembali.

“Sudah kami kaji. Pintu masuk kanal yang ditutup jaring itu akan kami perbaiki dan kami panjangkan,” katanya.

Menurut Mustofa, kanal punya kedalaman 8 – 10 meter dengan lebar rata-rata 21 meter. Jaring yang digunakan untuk menghalau hewan besar itu sepanjang 5 meter. Karena itu, dimungkinkan hiu tutul itu masuk melalui dasar.

“Sementara itu. Tetapi, nanti akan kami evaluasi. Setelah itu akan kami pasang jaring hingga ke dasar,” jelasnya.

Mengenai jaring penutup di pintu masuk kanal, ia mengatakan tidak bisa terlalu tebal. Jika terlalu tebal, pompa air untuk pendingin kondensor PLTU tidak mampu menyerap. Karena itu, nantinya akan dipasang jaring yang terbuat dari karet.

Ia menduga, hiu tutul masuk ke kanal karena laut di sekitar kanal terus dikonservasi. Di antaranya, menanam terumbu karang. Begitu konservasi berhasil, ikan-ikan kecil dan plankton banyak terdapat di area itu.

Sejak saat itu, menurutnya, mulai ada hiu tutul yang bermigrasi ke laut sekitar PLTU. Padahal, sebelumnya tidak pernah ada.

“Mungkin hiu merasa nyaman di sana karena banyak ikan kecil dan plankton. Sehingga, kemudian hiu masuk ke kanal,” tandasnya. (sid/hn)

PAITON, Radar Bromo – PLTU Paiton berencana mengevaluasi jaring atau screen di pintu masuk kanal. Sehingga, tidak ada lagi hiu tutul yang terjebak di sana.

Sebab, terjebaknya hiu tutul di kanal bukan sekali ini terjadi. Pada 2015, sebuah hiu tutul juga masuk ke kanal PLTU. Hiu tersebut akhirnya mati. Dan Kamis (12/9), seekor hiu tutul juga terjebak di kanal itu.

Mustofa Abdillah, general manager PT PJB UP Paiton mengatakan, terjebaknya hiu di kanal akan menjadi kajian tersendiri bagi pihaknya. Sehingga, kejadian serupa tidak akan terjadi kembali.

“Sudah kami kaji. Pintu masuk kanal yang ditutup jaring itu akan kami perbaiki dan kami panjangkan,” katanya.

Menurut Mustofa, kanal punya kedalaman 8 – 10 meter dengan lebar rata-rata 21 meter. Jaring yang digunakan untuk menghalau hewan besar itu sepanjang 5 meter. Karena itu, dimungkinkan hiu tutul itu masuk melalui dasar.

“Sementara itu. Tetapi, nanti akan kami evaluasi. Setelah itu akan kami pasang jaring hingga ke dasar,” jelasnya.

Mengenai jaring penutup di pintu masuk kanal, ia mengatakan tidak bisa terlalu tebal. Jika terlalu tebal, pompa air untuk pendingin kondensor PLTU tidak mampu menyerap. Karena itu, nantinya akan dipasang jaring yang terbuat dari karet.

Ia menduga, hiu tutul masuk ke kanal karena laut di sekitar kanal terus dikonservasi. Di antaranya, menanam terumbu karang. Begitu konservasi berhasil, ikan-ikan kecil dan plankton banyak terdapat di area itu.

Sejak saat itu, menurutnya, mulai ada hiu tutul yang bermigrasi ke laut sekitar PLTU. Padahal, sebelumnya tidak pernah ada.

“Mungkin hiu merasa nyaman di sana karena banyak ikan kecil dan plankton. Sehingga, kemudian hiu masuk ke kanal,” tandasnya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/