alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Tak Terima Hendak Dimakamkan, Keluarga Datangi RSUD Waluyo Jati

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana jenazah pasien untuk dimakamkan Covid-19 dan mendapat penolakan, nyaris terjadi di Kabupaten Probolinggo. Bahkan sempat terjadi ketegangan, hingga keluarga pasien mendatangi pihak rumah sakit.

Insiden itu terjadi Senin (17/8) lalu di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Ketegangan itu terjadi antara keluarga pasien reaktif yang telah meninggal dengan pihak RSUD serta MUI dan Muspika setempat.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, keluarga korban yang merupakan warga Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, sudah berada di RSUD. Mereka hendak mempertanyakan terkait rencana rumah sakit yang akan menjalankan protokol kesehatan terhadap jenazah keluarganya.

Karena itu, lantas MUI dan Muspika berusaha menenangkan. Tidak sia-sia, upaya itu berhasil. Sehingga, kemudian jenazah dibawa ke kamar mayat dan hendak dimandikan sembari menunggu hasil swab.

“Alhamdulillah keluarga bersedia menunggu. Sehingga, jenazah akan dimandikan di rumah sakit,” kata Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H Yasin saat mendampingi muspika di lokasi.

Saat hendak dimandikan, bersamaan dengan itu keluar hasil swab. Hasilnya, pasien reaktif yang meninggal, ternyata negatif. Tentu saja hasil itu diharapkan keluarga. Sehingga, jenazah bisa dibawa pulang untuk dimakamkan sesuai dengan keinginan keluarga.

“Pas akan dimandikan dengan protokol kesehatan, hasil swab keluar dan negatif. Sehingga tidak jadi. Karena itu langsung disambut gembira dan rasa syukur oleh seluruh keluarga dan akhirnya dibawa pulang,” ungkapnya.

Kejadian itu sendiri dilatar belakangi hasil rapid pasien yang reaktif. Sehingga, ketika masuk RSUD diperlakukan layaknya pasien covid-19. Begitupun ketika meninggal, hendak dikebumikan dengan protokol kesehatan.

“Waktu di rapid, reaktif. Belum lama wafat, sehingga harus di swab untuk memastikan positif apa tidak. Kami memaklumi penanganan rumah sakit. Karena takut menularkan ke yang lain. Tetapi masalah ini sudah selesai,” terangnya.

Sementara itu, Humas RSUD Waluyo Jati membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kejadian itu karena ketidakpahaman keluarga. Karena meskipun hasil swab belum keluar, tetapi jenazah harus sudah dimakamkan. Dan pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan.

“Salah paham saja. Sehingga membutuhkan pemahaman. Tetapi setelah diberi pemahaman, menerima. Hasil swab juga negatif,” tuturnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU