alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Selama 8 Bulan ada 62 Laporan Kasus Kekerasan Perempuan-Anak

PAJARAKAN, Radar Bromo – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo mencatat, mulai Januari hingga Agustus 2019 ini, ada 62 laporan yang masuk. Dari puluhan laporan itu, sejitar 80 persen diklaim telah berhasil diselesaikan.

Hal itu diungkap Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isana Reny Antasari,. Menurutnya, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak hampir sama seperti tahun 2018 lalu. Jumlah tersebut masih cukup tinggi.

“Ini mulai Januari sampai Agustus angkanya sudah mencapai 62 laporan,” katanya saat dikonfirmasi.

Polisi yang akrab disapa Reni itu menjelaskan, dari angka itu, sekitar 80 persen telah terselesaikan dan berhasil diungkap. Ada yang telah divonis dan ada yang masih dalam tahap pemeriksaan. “Sebagian besar telah diselesaikan,” ungkapnya.

Untuk sisanya yaitu 20 persen, masih dalam penanganan. Perkara yang belum selesai, menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian. “Untuk sisanya masih dalam pengejaran. Kami terus melakukan penyelidikan untuk kasus yang belum terselesaikan itu,” tandasnya.

Dari angka tersebut pula, yang paling banyak yaitu kekerasan seksual. Yang kedua yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kedua hal itu masih mendominasi kasus di PPA.

“Sebenarnya hampir sama. Tetapi yang mendominasi adalah dua kasus itu,” tandasnya.

Saat ditanya mengenai daerah yang mendominasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, Reni menjawab hal itu hampir menyeluruh. Sebab dalam kejadiannya, kasus PPA tidak mengenal waktu dan tempat. Sehingga, diperkirakan hampir menyeluruh.

“Dengan kondisi masyarakat yang demikian ini hampir menyeluruh. Baik di barat, timur, tengah sama saja,” ungkapnya. (sid/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo mencatat, mulai Januari hingga Agustus 2019 ini, ada 62 laporan yang masuk. Dari puluhan laporan itu, sejitar 80 persen diklaim telah berhasil diselesaikan.

Hal itu diungkap Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isana Reny Antasari,. Menurutnya, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak hampir sama seperti tahun 2018 lalu. Jumlah tersebut masih cukup tinggi.

“Ini mulai Januari sampai Agustus angkanya sudah mencapai 62 laporan,” katanya saat dikonfirmasi.

Polisi yang akrab disapa Reni itu menjelaskan, dari angka itu, sekitar 80 persen telah terselesaikan dan berhasil diungkap. Ada yang telah divonis dan ada yang masih dalam tahap pemeriksaan. “Sebagian besar telah diselesaikan,” ungkapnya.

Untuk sisanya yaitu 20 persen, masih dalam penanganan. Perkara yang belum selesai, menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian. “Untuk sisanya masih dalam pengejaran. Kami terus melakukan penyelidikan untuk kasus yang belum terselesaikan itu,” tandasnya.

Dari angka tersebut pula, yang paling banyak yaitu kekerasan seksual. Yang kedua yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kedua hal itu masih mendominasi kasus di PPA.

“Sebenarnya hampir sama. Tetapi yang mendominasi adalah dua kasus itu,” tandasnya.

Saat ditanya mengenai daerah yang mendominasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, Reni menjawab hal itu hampir menyeluruh. Sebab dalam kejadiannya, kasus PPA tidak mengenal waktu dan tempat. Sehingga, diperkirakan hampir menyeluruh.

“Dengan kondisi masyarakat yang demikian ini hampir menyeluruh. Baik di barat, timur, tengah sama saja,” ungkapnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/