Pemdes Kalianan Ingin Buat Pembangkit Listrik di Kalipedati

PUNYA POTENSI: Pengunjung menikmati air terjun Kalipedati di Desa Kalianan, Krucil. Tempat wisata ini layak jual dan pemkab siap mengembangkannya. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana Pemkab Probolinggo untuk mengembangkan air terjun Kalipedati, juga mendapat dukungan dari banyak pihak. Bak gayung bersambut, Desa Kalianan yang menjadi lokasi air terjun, pemerintahan desanya juga sudah punya rencana lain. Salah satunya sumber daya alam tersebut untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Hal itu diungkapkan Suciati, Kepala Desa Kalianan. Dia mengatakan, warganya memanfaatkan melimpahnya air tersebut sejak 2015 lalu. Hasilnya, bisa dirasakan sedikitnya sekitar 150 (dari total 1.500) Kepala Keluarga (KK).

“Sudah lama kami manfaatkan. Kira-kira sekitar empat tahun yang lalu kami telah memanfaatkan air untuk pembangkit listrik,” ujarnya.

Pemanfaatan tersebut, merupakan buah kesadaran warga. Warga melihat potensi sumber daya alam yang melimpah. Karena itu, kemudian dilakukan pembangunan PLTA. Dananya, dibiayai dari swadaya masyarakat.

“Kami kan memiliki air yang melimpah. Di desa kami ada sumber air dari air terjun Kalipedati. Karena itu kami kemudian berinisiatif untuk membuat PLTA,” tandasnya.

Buah inisiatif tersebut pula, kemudian ada perusahaan swasta yang berupaya membantu. Karena bantuan itu pula, kemudian pihaknya dan masyarakat berhasil membuat PLTA.

“Sejauh ini sudah ada sepuluh turbin yang bisa menghasilkan 35.000 watt. Itu juga dialiri dari 6 sungai yang ada,” katanya.

Dengan adanya PLTA tersebut, pihaknya tidak perlu khawatir adanya pemadaman. Pasalnya, jika ada pemadaman dari PLN, maka dengan menggunakan PLTA di desanya, listrik tetap menyala. Warga yang menikmati PLTA, cukup dikenai iuran sesuai dengan kapasitas listrik yang dipakai.

“Tentu ada biaya perawatan. Karena itu, bagi warga yang menikmati dikenakan iuran,” ungkapnya. (sid/fun)