Tersangka Teroris asal Probolinggo Meninggal, Jenazahnya Dimakamkan di Kedopok

KEDOPOK – Masih ingat dengan kasus Muhammad Lutfiyanto, 23? Tersangka kasus terorisme yang dibekuk Polres Probolinggo Kota itu meninggal, Jumat (17/8) siang. Sabtu (18/8) pagi, jenazahnya akhirnya tiba di rumah duka.

DIJEMPUT WARGA: Warga di lingkungan rumah Lutfianto, membawa jenazah ke rumah duka, usai datang dari Jakarta, Sabtu (18/8). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Tersangka teroris yang dibekuk Selasa (13/2) lantaran hendak menyerang polisi itu, dimakamkan di kampung kelahirannya di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Meski sudah berstatus tersangka teroris, warga di kampung halaman Lutfi, tetap menerimanya.

Sebelum dibawa pulang, Lutfi-panggilan Muhammad Lutfianto- menghembuskan nafas terakhir di RS Polri, di Keramat Jati, Jakata Timur, Jumat sekitar pukul 14.00. Polisi menyebut Lutfi meninggal akibat penyakit gagal ginjal.

Hotijah, 44, ibunda Lutfi mengaku, sebelumnya dia mendapatkan kabar bahwa anaknya dalam keadaan kritis. Sehingga ia bersama dengan Munali Musari, 70, suaminya (ayah Lutfi) menuju Jakarta. Mereka didampingi aparat kepolisian. Sayangnya ketika orang tuanya sampai di Jakarta. Lutfi sudah meninggal.

“Kami dihubungi pengacara yang ada disana. Kemudian, kami dijemput dan diantar kesana oleh pihak kepolisian. Sampai disana (Jakarta, Red) sekitar pukul 22.00 dan Lutfi sudah meninggal,” terangnya. Selanjutnya ia langsung membawa Lutfi ke tanah kelahirannya untuk disemayamkan.

Hotijah percaya bahwa kematian anaknya itu akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. “Meninggalnya karena penyakit, kami sudah ikhlas kok mas,” terangnya sambil mengusap air matanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ambulans yang membawa jenazah Lutfi tiba sekitar pukul 12.00 tiba di rumah duka. Seketika itu pula, suara tangis terdengar dari orang tua, kerabat serta tetangganya.

Meski Lutfi seorang tersangka terorisme, warga setempat tetap menyambut jenazah dengan hangat. Bahkan ikut mengantar dan memakamkan jenazah di TPU setempat, yang lokasinya tak sampai 20 meter dari rumahnya. Jenazah dimakamkan usai dimandikan dan disalatkan di musalah setempat.

Adit, perangkat kelurahan urah yang juga warga di RT 4/RW 3, Kelurahan Sumberwetan mengaku bahwa warga setempat tetap mau menerima kedatangan jenazah. Bahkan, ketika diumumkan di masjid bahwa jenazah hampir tiba, banyak warga atau tetangganya yang sudah menunggu.

“Warga setempat menerima kok mas. Makanya kami datang kesini untuk membantu juga,” terangnya. (rpd/fun)