alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Dampak Pandemi, Pembebasan Retribusi Pasar Diperpanjang

PASURUAN, Radar Bromo – Aktivitas jual beli di pasar daerah Kota Pasuruan, masih lesu. Kondisi ini merupakan salah satu dampak pandemi Covid-19. Karenanya, pedagang kembali mendapat keringanan. Mereka tak perlu membayar retribusi.

Pemkot Pasuruan memutuskan kebijakan mengenai pendapatan asli daerah dari sektor itu. Dalam dua bulan ke depan retribusi pasar tetap dibebaskan. Pedagang tidak akan ditarik retribusi. Kebijakan ini memperpanjang kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya.

Sejak adanya pandemi, Pemkot mulai menginisiasi pembebasan retribusi mulai April, Mei, dan Juni. Selama tiga bulan itu, para pedagang di lima pasar daerah di Kota Pasuruan dibebaskan dari kewajibannya membayar retribusi kepada pemerintah.

“Saat ini pemkot kembali mengambil kebijakan mengenai pembebasan retribusi bagi pedagang pasar. Jadi, diperpanjang selama dua bulan,” ujar Kepala UPT Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya.

Diperpanjangnya pembebasan retribusi, kata Ridho, merupakan upaya pemkot dalam meringankan beban pedagang. Mengingat, aktivitas jual beli di pasar sampai saat ini masih lesu. Kemudian juga berimbas pada penghasilan pedagang.

“Makanya pembebasan retribusi diperpanjang hingga dua bulan ke depan, pada Juli dan Agustus. Ini, untuk mengurangi beban pedagang yang juga merasakan langsung dampak pandemi,” jelas Ridho.

Sebagaimana sebelumnya, pembebasan restribusi pasar meliputi kios, bedak, los, hingga pelataran pasar maupun area di dalam pasar yang dijadikan lokasi berjualan. Besaran retribusi pedagang berbeda-beda. Tergantung jenis bangunan kios dan sarana prasarananya. Biasanya, per hari pedagang ditarik retribusi antara Rp 100 hingga Rp 500 per meter kubik bangunan.

Sedangkan pasar di Kota Pasuruan, terdiri atas dua klasifikasi. Yakni, kelas I seperti Pasar Besar, Pasar Kebonagung, Pasar Poncol, dan Pasar Mebeler Bukir. Kemudian, kelas II seperti Pasar Gadingrejo. Jumlah pedagang di sejumlah pasar itu mencapai sekitar 5.083 orang. Kini, semuanya bebas retribusi. (tom/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.