24 SMPN di Kab Probolinggo Terapkan PPDB Online

KRAKSAAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dilaksanakan serentak, 1-4 Juli. Baik itu sistem online, maupun offline. Di Kabupaten Probolinggo, PPDB online akan diterapkan pada 24 SMP negeri atau SMPN 1 tiap kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina melalui Kabid Pembinaan SMP, Priyo Siswoyo mengatakan, PPDB tahun 2019/2020 jenjang SMP negeri di Kabupaten Probolinggo akan menerapkan sistem online dan offline. Total, ada 24 SMP negeri yang siap merapkan PPDB sistem online.

“Sebagai pilot project, PPDB online ini dilaksanakan serentak di SMPN 1 se-Kabupaten Probolinggo,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (18/5).

Priyo menjelaskan, PPDB sistem online nantinya, kuota online sebesar 90 persen dari kuota rombel (rombongan belajar). Sisanya, 10 persen menggunakan sistem offline, jalur prestasi 5 persen dan 5 persen jalur kepindahan orang tua.

”Jalur prestasi bisa menggunakan sistem offline di lembaga SMP negeri yang menerapkan PPDB sistem online,” ujarnya.

Pelaksanaan PPDB sistem online dikatakan Priyo, sama halnya dengan PPDB offline. Yaitu akan dilaksanakan serentak 1 – 4 Juli 2019. Selanjutnya verifikasi dan validasi pada 5, 6 dan 8 Juli 2019. Kemudian pengumuman tanggal 9 Juli 2019.

“Setelah pengumuman, ada daftar ulang pada 10 hingga 12 Juli 2019 dan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tanggal 13 Juli 2019. Hari masuk aktif tahun pelajaran 2019/2020 dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2019,” paparnya.

Menurut Priyo, PPDB online pada 24 lembaga SMP negeri se-Kabupaten Probolinggo merupakan pengembangan dari sebelumnya yang hanya 2 SMP negeri. Yakni, SMPN 1 Leces dan SMPN 1 Dringu. Bedanya antara PPDB online dengan PPDB offline hanya terletak pada aplikasi saja.

“Untuk PPDB online ini, siswa tidak perlu datang ke sekolah untuk mengembalikan formulir pendaftaran. Karena formulir pendaftarannya diambil di aplikasi yang sudah disediakan oleh pihak sekolah,” terangnya.

Sementara bagi para orang tua yang kesulitan untuk mendaftar secara online. bisa datang ke sekolah. Nantinya pihak sekolah akan membantu untuk mendaftarkan secara online. (mas/fun)