alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Raih Pahala dari Puasa Anak

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Apakah anak yang belum balig, namun sudah berpuasa juga mendapatkan pahala?
Benarkah pahalanya untuk kedua orang tuanya, mengingat si anak belum wajib berpuasa?
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tiara, Lumbang


Waalaikum Salam Wr. Wb.

PUASANYA anak yang belum balig asal sudah tamyiz, yakni sudah bisa makan sendiri, minum sendiri, dan bisa melakukan keperluannya sendiri, itu hukumnya tidak wajib. Tapi, tetap sah. Secara hukum fiqh, puasanya masuk kategori sunah. Mengenai pahalanya, masuk dalam catatan amal kedua orang tuanya.

Habib Abdullah Al-Haddad dalam kitabnya An-Nashoihud Diniyah halaman 22-23 berkata; “Adapun amal ketaatan dari anak kecil yang dilakukan sebelum balig itu masuk dalam lembaran catatan amal kedua orang tuanya yang muslim. Selama kedua orang tuanya baik dalam mendidiknya dan memenuhi hak-hak anak, maka yang diharapkan dari anugerahnya Allah adalah Dia tidak akan mengecewakan kedua orang tua tersebut dari balasan berupa pahala amal saleh dan ketaatan si anak bahkan sampai anak tersebut beranjak balig.”

Para ulama sepakat bahwa anak yang belum balig tidak wajib melakukan ibadah apapun. Tetapi, ulama juga sepakat, bahwa dalam membiasakan anak beribadah ada nilai kebaikan tersendiri dan bernilai pahala. Karena dapat menciptakan kebiasaan baik bagi anak, sehingga ketika sudah balig dan dewasa, akan mudah melakukan ibadah-ibadah tersebut berkat dibiasakan sejak dini oleh kedua orang tuanya.

Ulama-ulama salaf, seperti Ibnu Sirin, Imam Zuhri, sebagaimana juga Imam Syafii memfatwakan, bahwa orang tua seharusnya melatih anak-anak mereka sejak dini. Sebelum balig untuk berpuasa semampu mereka.

Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai kapan anak kecil diperintahkan berpuasa. Ibnu Sirin, Imam Hasan, Imam Zuhri, Imam ‘Atho’, Imam Urwah, Imam Qotadah, dan Imam Syafii mengatakan, anak kecil yang belum balig bisa diperintahkan berpuasa saat dirasa sudah mampu melakukannya. Wallahu a’lam bisshowab. (*)

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Apakah anak yang belum balig, namun sudah berpuasa juga mendapatkan pahala?
Benarkah pahalanya untuk kedua orang tuanya, mengingat si anak belum wajib berpuasa?
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tiara, Lumbang


Waalaikum Salam Wr. Wb.

PUASANYA anak yang belum balig asal sudah tamyiz, yakni sudah bisa makan sendiri, minum sendiri, dan bisa melakukan keperluannya sendiri, itu hukumnya tidak wajib. Tapi, tetap sah. Secara hukum fiqh, puasanya masuk kategori sunah. Mengenai pahalanya, masuk dalam catatan amal kedua orang tuanya.

Habib Abdullah Al-Haddad dalam kitabnya An-Nashoihud Diniyah halaman 22-23 berkata; “Adapun amal ketaatan dari anak kecil yang dilakukan sebelum balig itu masuk dalam lembaran catatan amal kedua orang tuanya yang muslim. Selama kedua orang tuanya baik dalam mendidiknya dan memenuhi hak-hak anak, maka yang diharapkan dari anugerahnya Allah adalah Dia tidak akan mengecewakan kedua orang tua tersebut dari balasan berupa pahala amal saleh dan ketaatan si anak bahkan sampai anak tersebut beranjak balig.”

Para ulama sepakat bahwa anak yang belum balig tidak wajib melakukan ibadah apapun. Tetapi, ulama juga sepakat, bahwa dalam membiasakan anak beribadah ada nilai kebaikan tersendiri dan bernilai pahala. Karena dapat menciptakan kebiasaan baik bagi anak, sehingga ketika sudah balig dan dewasa, akan mudah melakukan ibadah-ibadah tersebut berkat dibiasakan sejak dini oleh kedua orang tuanya.

Ulama-ulama salaf, seperti Ibnu Sirin, Imam Zuhri, sebagaimana juga Imam Syafii memfatwakan, bahwa orang tua seharusnya melatih anak-anak mereka sejak dini. Sebelum balig untuk berpuasa semampu mereka.

Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai kapan anak kecil diperintahkan berpuasa. Ibnu Sirin, Imam Hasan, Imam Zuhri, Imam ‘Atho’, Imam Urwah, Imam Qotadah, dan Imam Syafii mengatakan, anak kecil yang belum balig bisa diperintahkan berpuasa saat dirasa sudah mampu melakukannya. Wallahu a’lam bisshowab. (*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/