alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Hingga 12 Maret, Sudah Ada 212 Penderita DBD di Kab Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PENDERITA demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo kembali bertambah. Selang sebulan dari rilis jumlah penderita DBD pada 12 Februari lalu, kini bertambah sekitar 92 penderita.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat Anang Budi Yoelijanto. Menurutnya, per tanggal 12 Maret lalu, penderita DBD di daerahnya mengalami peningkatan. Dari semula sekitar 120 menjadi 212 penderita.

“Jumlahnya bertambah. Pada Februari lalu hanya 120 penderita. Sekarang bertambah 92 penderita menjadi 212 orang,” katanya.

Dari jumlah tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Anang itu, semua penderita tidak ada yang meninggal. Tahun ini warga yang menderita belum ada yang dinyatakan meninggal karena DBD. “Semuanya sehat dan tidak ada yang sampai meninggal dunia,” jelasnya.

Penyebab meningkatnya penderita DBD, menurutnya, karena cuaca yang mendukung. Sebab, saat ini masih musim hujan. Karena itu, masih ada genangan air yang berpotensi muncul jentik nyamuk penyebab DBD. “Cuacanya mendukung. Apalagi setelah hujan, kemudian panas,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk terus berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan. Jika ada genangan air di sekitar rumah, maka segera dilakukan pembuangan. Sehingga, nyamuk penyebab DBD tidak bertelur di genangan air itu.

“Upayakan hidup sehat. Jaga pola makan dan lakukan pembersihan di lingkungan. Sehingga, penyakit tidak mudah datang. Lingkungan bersih, maka kesehatan akan terjamin,” tandasnya. (sid/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PENDERITA demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo kembali bertambah. Selang sebulan dari rilis jumlah penderita DBD pada 12 Februari lalu, kini bertambah sekitar 92 penderita.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat Anang Budi Yoelijanto. Menurutnya, per tanggal 12 Maret lalu, penderita DBD di daerahnya mengalami peningkatan. Dari semula sekitar 120 menjadi 212 penderita.

“Jumlahnya bertambah. Pada Februari lalu hanya 120 penderita. Sekarang bertambah 92 penderita menjadi 212 orang,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Dari jumlah tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Anang itu, semua penderita tidak ada yang meninggal. Tahun ini warga yang menderita belum ada yang dinyatakan meninggal karena DBD. “Semuanya sehat dan tidak ada yang sampai meninggal dunia,” jelasnya.

Penyebab meningkatnya penderita DBD, menurutnya, karena cuaca yang mendukung. Sebab, saat ini masih musim hujan. Karena itu, masih ada genangan air yang berpotensi muncul jentik nyamuk penyebab DBD. “Cuacanya mendukung. Apalagi setelah hujan, kemudian panas,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk terus berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan. Jika ada genangan air di sekitar rumah, maka segera dilakukan pembuangan. Sehingga, nyamuk penyebab DBD tidak bertelur di genangan air itu.

“Upayakan hidup sehat. Jaga pola makan dan lakukan pembersihan di lingkungan. Sehingga, penyakit tidak mudah datang. Lingkungan bersih, maka kesehatan akan terjamin,” tandasnya. (sid/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2