alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dua Tahun, Sudah 224 Nyawa Melayang Akibat Penyakit Stroke

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyakit cerebrovascular accident (CVA) di Kabupaten Probolinggo dua tahun terakhir banyak memakan korban jiwa. Penyakit yang juga biasa disebut stroke itu, angka kematiannya mencapai seratus lebih.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pada 2018 lalu angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut berkisar 123 orang. Tahun selanjutnya, angka kematian menurun berkisar 22 menjadi 101.

Pada posisi selanjutnya di 2018, ditempati penyakit jenis diabetes melitus tipe 2. Angkanya sekitar 87 kejadian meninggal dunia. Posisi ketiga pada tahun yang sama yaitu ditempati penyakit jenis radang paru-paru atau pneumonia. Angkanya berkisar 69 kejadian meninggal.

Pada 2019 posisi kedua yaitu penyakit pneumonia. Korban meninggal karena penyakit tersebut berkisar 100. Pada posisi ketiga yaitu penyakit diabetes melitus angkanya sekitar 91 korban meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Anang Budy Yoelijanto mengatakan, data tersebut didapatnya dari rumah sakit. Faktanya, penyakit yang menyebabkan korban meninggal di daerahnya adalah penyakit stroke.

“Data itu dari rumah sakit. Jadi, penderita penyakit yang ditangani rumah sakit mencatat penyakit apa saja yang paling banyak menyebabkan kematian,” katanya.

Menurutnya, kemungkinan jumlahnya lebih banyak. Pasalnya, pihaknya tidak memiliki data yang di luar dari data medis. “Kemungkinannya lebih banyak. Kan kami tidak tahu jika ada korban yang meninggal di rumahnya. Dan, data kami adalah data yang dari rumah sakit,” ungkapnya.

Pihaknya berharap masyarakat lebih menjaga pola hidup sehat. Sehingga, bisa terhindar dari berbagai macam penyakit. Selain itu, juga diimbau untuk selalu cuci tangan. Karena bakteri penyakit selain menyebar melalui udara juga melalui sentuhan.

“Imbauan kami, masyarakat harus selalu menjaga hidup sehat. Pola makan dijaga, tidur secukupnya. Kalau bisa juga diselingi olahraga. Dengan begitu, penyakit tidak mudah datang,” tandasnya. (sid/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyakit cerebrovascular accident (CVA) di Kabupaten Probolinggo dua tahun terakhir banyak memakan korban jiwa. Penyakit yang juga biasa disebut stroke itu, angka kematiannya mencapai seratus lebih.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pada 2018 lalu angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut berkisar 123 orang. Tahun selanjutnya, angka kematian menurun berkisar 22 menjadi 101.

Pada posisi selanjutnya di 2018, ditempati penyakit jenis diabetes melitus tipe 2. Angkanya sekitar 87 kejadian meninggal dunia. Posisi ketiga pada tahun yang sama yaitu ditempati penyakit jenis radang paru-paru atau pneumonia. Angkanya berkisar 69 kejadian meninggal.

Mobile_AP_Half Page

Pada 2019 posisi kedua yaitu penyakit pneumonia. Korban meninggal karena penyakit tersebut berkisar 100. Pada posisi ketiga yaitu penyakit diabetes melitus angkanya sekitar 91 korban meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Anang Budy Yoelijanto mengatakan, data tersebut didapatnya dari rumah sakit. Faktanya, penyakit yang menyebabkan korban meninggal di daerahnya adalah penyakit stroke.

“Data itu dari rumah sakit. Jadi, penderita penyakit yang ditangani rumah sakit mencatat penyakit apa saja yang paling banyak menyebabkan kematian,” katanya.

Menurutnya, kemungkinan jumlahnya lebih banyak. Pasalnya, pihaknya tidak memiliki data yang di luar dari data medis. “Kemungkinannya lebih banyak. Kan kami tidak tahu jika ada korban yang meninggal di rumahnya. Dan, data kami adalah data yang dari rumah sakit,” ungkapnya.

Pihaknya berharap masyarakat lebih menjaga pola hidup sehat. Sehingga, bisa terhindar dari berbagai macam penyakit. Selain itu, juga diimbau untuk selalu cuci tangan. Karena bakteri penyakit selain menyebar melalui udara juga melalui sentuhan.

“Imbauan kami, masyarakat harus selalu menjaga hidup sehat. Pola makan dijaga, tidur secukupnya. Kalau bisa juga diselingi olahraga. Dengan begitu, penyakit tidak mudah datang,” tandasnya. (sid/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2