alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Disnaker Kab Probolinggo Monitoring Perusahaan Pengguna TKA

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Langkah antisipasi penyebaran virus korona (Covid-19) juga masuk ke perusahaan. Rabu (18/3), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kabupaten setempat mengeluarkan imbauan kepada perusahaan di Kabupaten Probolinggo untuk melaksanakan protokoler pencegahan dan penanganan.

Disnaker juga telah melakukan monitoring terhadap beberapa tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kepala Disnaker, Hudan Syarifudin mengatakan, pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya monitoring. Terutama ke perusahaan yang memiliki TKA. Dengan begitu, pihaknya memiliki sekala prioritas.

“Setidaknya, ada 10 perusahaan yang mempekerjakan TKA di Kabupaten Probolinggo. Monitoring kami lakukan terjadap perusahaan yang memiliki TKA dan yang juga sering berhubungan dengan pihak luar. Ini juga menjadi prioritas,” ujarnya.

Dalam monitoring, Hudan mengungkap, pihaknya terus berkomunikasi melalui Human Resource Department (HRD) pada suatu perusaahan untuk melakukan sampling di perusahaan tersebut.

“Ada 35 TKA tersebar di perusahaan di Kabupaten Probolinggo. Paling banyak dari Tiongkok sebanyak 15 orang, Taiwan 7 orang. Sisanya berasal dari India, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Denmark, Jepang, Belgia, Korea Selatan, dan Inggris,” kata Hudan.

Disnaker, kata Hudan, selalu berkomunikasi dengan pihak HRD perihal bagaimana aktivitas TKA tersebut masih tetap di situ atau keluar. Kalau TKA yang tetap, pasti tidak mungkin terserang. Bebeberapa waktu lalu juga ada 6 TKA dari Tiongkok yang bekerja di salah satu perusahan di Kecamatan Leces yang kami cek. Hasilnya aman,” ujarnya.

Di sisi lain dalam protokoler yang dikeluarkan dan menjadi imbauan dari pihaknya dan Gemas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) kepada perusahan terhadap pekerjanya tentang Covid-19. Setidaknya, ada beberapa poin. Di antaranya, melakukan edukasi kepada pekerja tentang Covid-19 (Penyebab, Penularan, dan Pencegahan); menjaga kebersihan kerja; menyiapkan alat Thermo Gun untuk memeriksa suhu tubuh semua karyawan yang memasuki lingkungan perusahaan.

Kemudian, menyiapkan alat kebersihaan untuk tangan seperti hand sanitizer; menjaga kebersihan tangan sebelum memegang mulut, tangan, dan mata serta instalasi publik; menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk; membuang tisu ke tempat sampah; memberikan dispensasi kepada karyawan yang kesehatannya kurang baik; mengurangi aktivitas kunjungan ke luar kota; menghindari pengumpulan orang pada jumlah di atas 20 orang; hingga memantau karyawan yang menderita influenza, demam, guna mencegah penularan secara dini. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU